Sunday, February 5, 2012

Pariwisata Pulau Seribu Terimbas Bencana Badai

From Kompas online: http://kom.ps/r5He

JAKARTA, KOMPAS.com - Bencana puting beliung yang melanda Kepulauan Seribu, Rabu lalu tak hanya mengakibatkan kerusakan fisik rumah warga, namun juga berimbas terhadap laju perkembangan pariwisata, khususnya di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan yang mengalami kerusakan paling berat.

Haji Asmawi (46), seorang pelopor yang mendirikan penginapan di Pulau Harapan mengatakan, tingkat wisatawan yang berkunjung ke pulaunya turun drastis pascaputing beliung. "Biasanya 100 orang Sabtu Minggu, kalau sekarang paling 10-15 orang," ujarnya, Minggu (5/2/2012).

Padahal, Pulau Kelapa dan Pulau Harapan yang jaraknya berdekatan tersebut tengah berbenah diri untuk menarik wisatawan. Asmawi mengatakan, masyarakat di kedua pulau mulai mengembangkan sektor pariwisata sejak tahun 2006. "Sampai sekarang itu sudah ada 15 home stay, fasilitas lengkap, ada ac, tv dan sebagainya," lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan M. Ilham (35) yang sehari-hari menjadi pemandu wisata di Pulau Harapan. "Langsung down, biasanya 150 orang per minggu, kalo skarang paling banyak 10," ujarnya.

Pascabencana, Ilham mengaku terpaksa menunda tur wisata untuk sementara waktu. Pasalnya dia harus menjaga perasaan warga pulau  dengan tidak mengajak wisatawan berkunjung ke pulau tersebut. "Masalahnya kalau banyak turis di sini, takutnya kita senang-senang, semntara di sini lagi bencana begini, tak enak lah," ujarnya.

Baik Asmawi maupun M. Ilham sama-sama berharap kondisi pulau yang telah ditinggalinya sejak kecil tersebut kembali pulih dari kondisinya sekarang.

Diberitakan sebelumnya, angin puting beliung memporak porandakan pemukiman di pesisir barat Pulau Kelapa dan Pulau Harapan. Menurut data Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, di Pulau Kelapa terdapat 149 rumah dalam kondisi rusak ringan, 106 mengalami rusak sedang, sementara rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 280. Angin tersebut pun turut melukai lebih dari 42 penduduk. Beruntung tidak sampai menelan korban jiwa.

No comments: