Travelers in the region rely heavily on internet reviews for travel decision-making
For leisure travelers in Asia-Pacific, online peer influence is at the forefront of planning. According to Text100’s “Digital Index: Travel & Tourism” study, conducted by Redshift Research in October 2012, 44% of Asia-Pacific leisure travelers used social media platforms for advice and inspiration regarding travel destinations—more than double the percentage who did the same in the US and EMEA. More than one-third of these travelers also looked to social media to get ideas for attractions, vacation activities and hotels.
Read more at http://www.emarketer.com or the following link:
http://www.emarketer.com/Article/Asia-Pacific-Social-Media-Inspires-Travelers/1009605#PDCl1mjmMe7WBpwZ.03
Showing posts with label media. Show all posts
Showing posts with label media. Show all posts
Wednesday, January 16, 2013
Wednesday, December 14, 2011
Belajar Menulis Berita
Dikarenakan ada beberapa kawan yang menanyakan cara menulis press release, maka postingan kali ini saya ingin berbagi tentang teknik menulis berita langsung (straight news). Sebenarnya saya tidak punya waktu untuk menulis tentang “Teknik Penulisan Press Release”, akan tetapi ketika saya membuka-buka file lama, kebetulan menemukan sebuah makalah yang pernah saya buat dan pernah dipresentasikannya pada acara Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa oleh Medikom Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Denpasar, Bali, pada tanggal 4-5 Oktober 2002. Waktu itu saya menjadi salah satu pembicara pada acara pelatihan itu.
Berikut adalah makalah tersebut. Pada dasarnya, teknik penulisan Press Release memiliki kesamaan dengan teknik penulisan berita langsung. Nanti, bila ada luang waktu saya akan memposting “Teknik Menulis Siaran Pers”. Selamat membaca:
Tentang Berita (1)
Catatan Kecil untuk Mengenal Penulisan Berita Langsung
Mohammad Iqbal (2)
iqbal_hai@yahoo.com
What is news?
Apa itu berita? Pertanyaan ini mungkin jarang terlintas, karena hampir setiap hari, bahkan setiap waktu kita bersinggungan dengannya. Berita, kabar, warta atau sejenisnya tentulah sudah kita kenal.
Ketika Anda sedang asyik-asyiknya makan bakso di sebuah warung lesehan di pinggir jalan, tiba-tiba terjadi tabrak lari di depan mata Anda. Setibanya di rumah, Anda ceritakan runutan kejadian tersebut kepada teman, maka disaat itu pula Anda sudah membuat berita berdasar rekaman pengalaman makan bakso tadi. Nah, hal yang sama di lakukan perusahaan media massa dalam berdagang. Wartawan cuma menceritakan ulang kejadian yang sebenarnya, berdasar apa yang ia lihat, amati dan rasakan.
Hal yang sama juga ketika Anda curhat kepada karib Anda perihal putusnya jalinan asmara Anda dengan si Puteri (sebut saja begiu), atau ketika Anda memberitahu teman Anda bahwa kucing Anda terserang batuk, atau bahkan ketika Anda menanyakan; “Apa kabar, kawan?”
Jadi jelaslah bahwa berita adalah peristiwa atau kejadian yang dituturkan ulang kepada orang lain dengan tujuan penyebaran informasi, dan atau niat-niat tertentu lainnya.
Dalam dunia jurnalistik, kalau saya tidak ketinggalan, setidaknya kini ada tiga macam berita; berita langsung (straight news atau hard news), berita ringan (soft news) dan berita kisah (features). Catatan kecil ini tidak berusaha membahas dua macam yang terakhir, tetapi lebih pada memahami apa itu straight news.
Perbedaan utama pada ketiga jenis berita di atas terletak pada bentuk penyajian dan gaya penulisan. Straight news biasanya digunakan pada koran harian (periode terbitannya relatif pendek), ditulis dengan gaya langsung menukik ke pokok permasalahan berita, singkat dan tuntas. Berbeda dengan features yang sifatnya lebih awet, kuat dalam unsur sastra (mirip cerpen), panjang bertutur, bernarasi (bercerita) dan mendalam. Oleh karenanya, biasanya digunakan pada media yang periode deadlinenya lebih panjang seperti tabloid dan majalah yang terbit mingguan atau bulanan.
Sedangkan Soft News merupakan berita yang topik dan materinya ringan yang ditulis dengan gaya santai. Biasanya penulisan profil, tokoh atau rubrik humor menerapkan konsep soft news ini.
Bahan Berita
Jangan pusing mencari sumber atau bahan untuk menulis berita, karena semua tersedia di alam bebas. Konsepnya, bahan berita itu melimpah ruah, tersedia di manapun dan kapanpun di alam kehidupan dunia ini. Pada dasarnya dalam menetukan berita itu terserah sang penulis (wartawan). Tapi sayangnya, ia tidak bisa asal menulis sesukanya. Ada beberapa syarat yang harus dipatuhi agar para konsumern berita benar-benar mendapatkan berita yang selayaknya. Hal ini berkaitan dengan nilai berita, daya pikat, bobot dan bebetnya.
Ini benar-benar berita
Dalam benak para wartawan, seringkali mereka bergumam dengan kalimat; “Ini baru berita”. Ketika sang wartawan melihat kucing menerkam tikus, dalam pikirannya ia cuma berkata “Ah, udah biasa”. Tapi jika sebaliknya, maka “Aha, ini baru berita”. Artinya perumpamaaan ini berkaitan dengan news value atau news worthy. Untuk menilai bahwa suatu peristiwa layak dianggap berita dapat dilihat pada beberapa faktor berikut, yakni: fatual, actual (update), dekat dengan pembaca, penting (importance), menarik dan berbobot.
Nilai lebih
Suatu peristiwa akan menarik untuk diberitakan jika mengandung nilai lebih sebagai unsur pemikat. Daya pikat suatu bahan (materi) berita umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asas manfaat bagi pembaca, ketenaran, seksualitas, konflik besar, criminal, humor, kemanusiaan (human interest), tragedi dan hal yang luar biasa (incredible).
Inilah tekniknya
Bagaimana teknis menulis berita? Sebelum memulainya, ada saran pertama sebagai modal menulis, bahwa “tulislah apa yang ada di benak Anda. Urusan salah benar, itu belakangan.”
Secara umum, kerangaka anatomi berita langsung terbagi menjadi tiga bagian pokok, yakni judul (title), teras (lead) tubuh (body)(3). Lihat bagian piramida terbalik dibawah ini. Sedangkan konsep dasarnya adalah menulis unsur 5W + 1H, itu saja.
Tetapi perlu juga beberapa syarat lainnya seperti akurasi penulisan kutipan pernyataan, angka, nama dan identitas sesuatu, prinsip cover both sides, prinsip off the record, obyektifitas, dan jelas (tidak bias).
Dalam “Piramida Terbalik”, bahan tulisan (informasi) disusun sedemikian rupa sehingga pembaca pertama-tama memperoleh bagian terpenting dari berita ketika membaca pada awal tulisan. Materi disusun sesuai dengan urutan pentingnya; informasi makin ke bawah makin kurang penting, lebih banyak detail, sementara pokoknya sudah dimuat di atas.
Menurut Goenawan Mohamad (1996), dalam dunia pers yang terburu-buru, piramida terbalik mempunyai dua fungsi. Pertama untuk memungkinkan editor memotong naskah dari bawah. Karena disusun sesuai dengan skala nilai pentingnya, maka editor dengan cepat memotong dari belakang sesuai dengan halaman yang tersedia.
Kedua, memungkinkan diketahui dengan cepat apakah berita itu layak dimuat atau tidak. Editor cukup membaca leadnya saja. Editor tahu, bahwa unsur terpenting suatu berita langsung terletak pada bagian lead (teras).
Judul Berita
Istilah “kesan pertama selanjutnya terserah Anda”, sepertinya cocok diterapkan dalam proses menciptakan judul berita. Judul merupakan ekspresi dan pandangan pertama. Semenarik dan penting apapun suatu berita, tapi jika judulnya tidak berkesan dan cukup mewakili isi, maka tak ada gunanya.
Agar berita tampil menarik, maka ciptakanlah judul yang; singkat, padat, lengkap, komunikatif, mudah dipahami, jelas (tidak menyesatkan alias missleading), dan mewakili isi berita. Cupi Sofyan (2000) menyarankan agar penulisan judul tidak dipenggal oleh tanda baca koma, lebih baik menggunakan kalimat aktif, dan tidak melanggar kode etik.
Lead
Lead merupakan pembukaan bagi suatu berita dan unsur terdepan setelah judul. Beberapa tulisan bisa dimengerti dengan cukup membaca lead saja. Oleh Goenawan Mohamad (1996) lead dibuat untuk menarik pembaca agar lebih lanjut membaca tubuh berita sekaligus membuat alur berita menjadi lancar.
Mencoba menangkap minat pembaca tanpa menciptakan lead yang kuat, sama halnya dengan memancingi ikan tanpa umpan. Intinya, dalam menulis, ide apa saja bisa diterapkan asal tujuan bisa tercapai, yakni ketertarikan lebih lanjut. Teknisnya, bisa diterapkan dengan prinsip konvensional 5W +1H. Lead sebaiknya pendek atau tidak lebih dari 40 kata atau menurut Goenawan tak lebih dari empat baris. Macamnya pun bisa bervariasi dari lead ringkasan, kutipan sampai lead nyentrik.(4)
Tubuh Berita
Bagian ini merupakan detail dari teras berita (lead). Merupakan penjelasan lanjut dari tulisan diatasnya. Pada bagian ini, factor why and how dipaparkan lebih mendalam.
Pada bagian ini faktor yang harus di taati adalah kedisiplinan pada penulisan yang baik dan benar, meliputi penulisan paragraph (koherensi dan korelasinya) dan ejaan, bahasa, prinsip kejelasan SPOK, diksi (kata-kata) dan intonasi (intonasi bahasa jurnalistik sangat berbeda dengan misalnya penulisan paper, makalah seminar, atau karya tulis ilmiah).
Ingat juga, tidak diperkenankan ada pengulangan kata, kalimat, bahkan logika. Perlu juga untuk menghindari adanya penjelasan yang tidak relevan (Rofiqi, 2001).
Yang perlu digarisbawahi, bahwa agar tulisan tidak melebar dan meluas ngalor-ngidul, maka dalam menulis berita langsung dan juga jenis berita lainnya, harus memperoleh angle (sudut pandang) yang jelas. Ketidakdisiplinan berada dalam bingkai angle yang jelas, mengakibatkan tulisan tidak tajam dan cenderung tak terarah alias tidak fokus. Angle merupakan sub tema yang terpilih, yang dipakai untuk menetapkan kerangka batas-batas tema yang ditulis.
Footnote:
1). Disampaikan pada acara Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa oleh Medikom FE Unud Denpasar 4-5 Oktober 2002.
2). Mohammad Iqbal adalah mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Udayana, kini aktif menanam rumput laut di pantai selatan pulauBali .
3). Beberapa penulis menambahkan unsur ekor berita (ending). Bagian yang kurang penting dalam suatu kejadian biasanya ditulis pada bagian ini.
4). Di tahun 1996, Goenawan Mohamad menawarkan setidaknya ada 9 macam lead; a/1 Lead ringkasan, bercerita, deskriptif, kutipan, pertanyaan, menuding langsung, menggoda, nyentrik dan lead gabungan.
Sumber bacaan:
Mohammad, Goenawan. 1996. Seandainya Saya Wartawan Tempo. ISAI & Yayasan Alumni Tempo. Jakarta: PT. Surya Grafindo.
Sofyan, Cupi. “Serba Singkat Tentang Berita”’ Makalah Pada Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) 2000 Persma Akademika Universitas Udayana.
Hasan, Rofiki. “Straight News (Berita Langsung)”. Makalah pada Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) 2001 Persma Akademika Universitas Udayana.
Putu, Dwikora. “Bahasa Jurnalistik”. Makalah pada Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) 2000 Persma Akademika Universitas Udayana.
Berikut adalah makalah tersebut. Pada dasarnya, teknik penulisan Press Release memiliki kesamaan dengan teknik penulisan berita langsung. Nanti, bila ada luang waktu saya akan memposting “Teknik Menulis Siaran Pers”. Selamat membaca:
Tentang Berita (1)
Catatan Kecil untuk Mengenal Penulisan Berita Langsung
Mohammad Iqbal (2)
iqbal_hai@yahoo.com
What is news?
Apa itu berita? Pertanyaan ini mungkin jarang terlintas, karena hampir setiap hari, bahkan setiap waktu kita bersinggungan dengannya. Berita, kabar, warta atau sejenisnya tentulah sudah kita kenal.
Ketika Anda sedang asyik-asyiknya makan bakso di sebuah warung lesehan di pinggir jalan, tiba-tiba terjadi tabrak lari di depan mata Anda. Setibanya di rumah, Anda ceritakan runutan kejadian tersebut kepada teman, maka disaat itu pula Anda sudah membuat berita berdasar rekaman pengalaman makan bakso tadi. Nah, hal yang sama di lakukan perusahaan media massa dalam berdagang. Wartawan cuma menceritakan ulang kejadian yang sebenarnya, berdasar apa yang ia lihat, amati dan rasakan.
Hal yang sama juga ketika Anda curhat kepada karib Anda perihal putusnya jalinan asmara Anda dengan si Puteri (sebut saja begiu), atau ketika Anda memberitahu teman Anda bahwa kucing Anda terserang batuk, atau bahkan ketika Anda menanyakan; “Apa kabar, kawan?”
Jadi jelaslah bahwa berita adalah peristiwa atau kejadian yang dituturkan ulang kepada orang lain dengan tujuan penyebaran informasi, dan atau niat-niat tertentu lainnya.
Dalam dunia jurnalistik, kalau saya tidak ketinggalan, setidaknya kini ada tiga macam berita; berita langsung (straight news atau hard news), berita ringan (soft news) dan berita kisah (features). Catatan kecil ini tidak berusaha membahas dua macam yang terakhir, tetapi lebih pada memahami apa itu straight news.
Perbedaan utama pada ketiga jenis berita di atas terletak pada bentuk penyajian dan gaya penulisan. Straight news biasanya digunakan pada koran harian (periode terbitannya relatif pendek), ditulis dengan gaya langsung menukik ke pokok permasalahan berita, singkat dan tuntas. Berbeda dengan features yang sifatnya lebih awet, kuat dalam unsur sastra (mirip cerpen), panjang bertutur, bernarasi (bercerita) dan mendalam. Oleh karenanya, biasanya digunakan pada media yang periode deadlinenya lebih panjang seperti tabloid dan majalah yang terbit mingguan atau bulanan.
Sedangkan Soft News merupakan berita yang topik dan materinya ringan yang ditulis dengan gaya santai. Biasanya penulisan profil, tokoh atau rubrik humor menerapkan konsep soft news ini.
Bahan Berita
Jangan pusing mencari sumber atau bahan untuk menulis berita, karena semua tersedia di alam bebas. Konsepnya, bahan berita itu melimpah ruah, tersedia di manapun dan kapanpun di alam kehidupan dunia ini. Pada dasarnya dalam menetukan berita itu terserah sang penulis (wartawan). Tapi sayangnya, ia tidak bisa asal menulis sesukanya. Ada beberapa syarat yang harus dipatuhi agar para konsumern berita benar-benar mendapatkan berita yang selayaknya. Hal ini berkaitan dengan nilai berita, daya pikat, bobot dan bebetnya.
Ini benar-benar berita
Dalam benak para wartawan, seringkali mereka bergumam dengan kalimat; “Ini baru berita”. Ketika sang wartawan melihat kucing menerkam tikus, dalam pikirannya ia cuma berkata “Ah, udah biasa”. Tapi jika sebaliknya, maka “Aha, ini baru berita”. Artinya perumpamaaan ini berkaitan dengan news value atau news worthy. Untuk menilai bahwa suatu peristiwa layak dianggap berita dapat dilihat pada beberapa faktor berikut, yakni: fatual, actual (update), dekat dengan pembaca, penting (importance), menarik dan berbobot.
Nilai lebih
Suatu peristiwa akan menarik untuk diberitakan jika mengandung nilai lebih sebagai unsur pemikat. Daya pikat suatu bahan (materi) berita umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asas manfaat bagi pembaca, ketenaran, seksualitas, konflik besar, criminal, humor, kemanusiaan (human interest), tragedi dan hal yang luar biasa (incredible).
Inilah tekniknya
Bagaimana teknis menulis berita? Sebelum memulainya, ada saran pertama sebagai modal menulis, bahwa “tulislah apa yang ada di benak Anda. Urusan salah benar, itu belakangan.”
Secara umum, kerangaka anatomi berita langsung terbagi menjadi tiga bagian pokok, yakni judul (title), teras (lead) tubuh (body)(3). Lihat bagian piramida terbalik dibawah ini. Sedangkan konsep dasarnya adalah menulis unsur 5W + 1H, itu saja.
Tetapi perlu juga beberapa syarat lainnya seperti akurasi penulisan kutipan pernyataan, angka, nama dan identitas sesuatu, prinsip cover both sides, prinsip off the record, obyektifitas, dan jelas (tidak bias).
Dalam “Piramida Terbalik”, bahan tulisan (informasi) disusun sedemikian rupa sehingga pembaca pertama-tama memperoleh bagian terpenting dari berita ketika membaca pada awal tulisan. Materi disusun sesuai dengan urutan pentingnya; informasi makin ke bawah makin kurang penting, lebih banyak detail, sementara pokoknya sudah dimuat di atas.
Menurut Goenawan Mohamad (1996), dalam dunia pers yang terburu-buru, piramida terbalik mempunyai dua fungsi. Pertama untuk memungkinkan editor memotong naskah dari bawah. Karena disusun sesuai dengan skala nilai pentingnya, maka editor dengan cepat memotong dari belakang sesuai dengan halaman yang tersedia.
Kedua, memungkinkan diketahui dengan cepat apakah berita itu layak dimuat atau tidak. Editor cukup membaca leadnya saja. Editor tahu, bahwa unsur terpenting suatu berita langsung terletak pada bagian lead (teras).
Judul Berita
Istilah “kesan pertama selanjutnya terserah Anda”, sepertinya cocok diterapkan dalam proses menciptakan judul berita. Judul merupakan ekspresi dan pandangan pertama. Semenarik dan penting apapun suatu berita, tapi jika judulnya tidak berkesan dan cukup mewakili isi, maka tak ada gunanya.
Agar berita tampil menarik, maka ciptakanlah judul yang; singkat, padat, lengkap, komunikatif, mudah dipahami, jelas (tidak menyesatkan alias missleading), dan mewakili isi berita. Cupi Sofyan (2000) menyarankan agar penulisan judul tidak dipenggal oleh tanda baca koma, lebih baik menggunakan kalimat aktif, dan tidak melanggar kode etik.
Lead
Lead merupakan pembukaan bagi suatu berita dan unsur terdepan setelah judul. Beberapa tulisan bisa dimengerti dengan cukup membaca lead saja. Oleh Goenawan Mohamad (1996) lead dibuat untuk menarik pembaca agar lebih lanjut membaca tubuh berita sekaligus membuat alur berita menjadi lancar.
Mencoba menangkap minat pembaca tanpa menciptakan lead yang kuat, sama halnya dengan memancingi ikan tanpa umpan. Intinya, dalam menulis, ide apa saja bisa diterapkan asal tujuan bisa tercapai, yakni ketertarikan lebih lanjut. Teknisnya, bisa diterapkan dengan prinsip konvensional 5W +1H. Lead sebaiknya pendek atau tidak lebih dari 40 kata atau menurut Goenawan tak lebih dari empat baris. Macamnya pun bisa bervariasi dari lead ringkasan, kutipan sampai lead nyentrik.(4)
Tubuh Berita
Bagian ini merupakan detail dari teras berita (lead). Merupakan penjelasan lanjut dari tulisan diatasnya. Pada bagian ini, factor why and how dipaparkan lebih mendalam.
Pada bagian ini faktor yang harus di taati adalah kedisiplinan pada penulisan yang baik dan benar, meliputi penulisan paragraph (koherensi dan korelasinya) dan ejaan, bahasa, prinsip kejelasan SPOK, diksi (kata-kata) dan intonasi (intonasi bahasa jurnalistik sangat berbeda dengan misalnya penulisan paper, makalah seminar, atau karya tulis ilmiah).
Ingat juga, tidak diperkenankan ada pengulangan kata, kalimat, bahkan logika. Perlu juga untuk menghindari adanya penjelasan yang tidak relevan (Rofiqi, 2001).
Yang perlu digarisbawahi, bahwa agar tulisan tidak melebar dan meluas ngalor-ngidul, maka dalam menulis berita langsung dan juga jenis berita lainnya, harus memperoleh angle (sudut pandang) yang jelas. Ketidakdisiplinan berada dalam bingkai angle yang jelas, mengakibatkan tulisan tidak tajam dan cenderung tak terarah alias tidak fokus. Angle merupakan sub tema yang terpilih, yang dipakai untuk menetapkan kerangka batas-batas tema yang ditulis.
Footnote:
1). Disampaikan pada acara Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa oleh Medikom FE Unud Denpasar 4-5 Oktober 2002.
2). Mohammad Iqbal adalah mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Udayana, kini aktif menanam rumput laut di pantai selatan pulau
3). Beberapa penulis menambahkan unsur ekor berita (ending). Bagian yang kurang penting dalam suatu kejadian biasanya ditulis pada bagian ini.
4). Di tahun 1996, Goenawan Mohamad menawarkan setidaknya ada 9 macam lead; a/1 Lead ringkasan, bercerita, deskriptif, kutipan, pertanyaan, menuding langsung, menggoda, nyentrik dan lead gabungan.
Sumber bacaan:
Mohammad, Goenawan. 1996. Seandainya Saya Wartawan Tempo. ISAI & Yayasan Alumni Tempo. Jakarta: PT. Surya Grafindo.
Sofyan, Cupi. “Serba Singkat Tentang Berita”’ Makalah Pada Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) 2000 Persma Akademika Universitas Udayana.
Hasan, Rofiki. “Straight News (Berita Langsung)”. Makalah pada Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) 2001 Persma Akademika Universitas Udayana.
Putu, Dwikora. “Bahasa Jurnalistik”. Makalah pada Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) 2000 Persma Akademika Universitas Udayana.
Tuesday, September 13, 2011
TRANCEPASS Goes Bilingual
Dear my blog visitors and readers. It’s the time to share this good news especially for you who read Indonesian literatures.
I just realized that I have been recently writing articles in Bahasa and I would like to share those articles on this blog.
Some people might think it makes the blog become inconsistent. But I understand that one of the advantages of adding articles in Bahasa on this blog is its ability to accommodate Indonesian readers.
I hope this effort will give additional values to this blog and I hope you enjoy reading them.
Wednesday, June 8, 2011
Wednesday, February 9, 2011
English Newspapers in Jakarta
It’s about two months ago, when I reached Jakarta, after freshly coming back from Bahrain, I wanted to read The Jakarta Post. I told myself, ‘Hmm, how are you Jakarta Post, long time not reading you?”
So, I decided to pass by a small bookstore to get the newspaper, and I was surprised knowing the answer from the storekeeper that “The Jakarta Post has no longer been published”. I asked, “Since when?” The storekeeper didn’t reply but offered me a substitute. “Here you go, The Jakarta Post has become The Jakarta Globe. It’s the same,” he said while picking a totally new-look newspaper.
I grabbed the paper and paid. I didn’t need to ask why although I really wanted to know what the reasons were. Why the Jakarta Post changed the name? After reading and learning the layout, I said, “Wow, it’s a big change.”
A week later, I realized the storekeeper gave me wrong information. I visited a different book store wanting to buy Jakarta Globe and the seller said, “We don’t have it but we have The Jakarta Post.
“What? I thought The Jakarta Post has no longer published?” I asked myself.
Apparently, the Jakarta Post still exists and never been replaced by or changed the name to be Jakarta Globe.
That’s the reason why I write this posting. I want to give you information about English newspapers you can find in Jakarta. If you are new in the town then the following information might be useful for you.
The Jakarta Post
Perhaps, this is the oldest English Daily Newspaper in Indonesia. The publisher claimed it has been in the market since 1983. With 28 to 32 pages, you can find it in major bookstores like Gramedia and Gunung Agung as well as in most starred hotels and luxury apartments in the capital.
The newspaper is divided into two or sometimes three bindings, main, business and lifestyle. It normally has various sections such as; headlines, national, archipelago, opinion, readers’ forum, city, world, photo gallery, business, sports and a supplement titled “International Herald Tribune”.
Priced at Rp.6,500,- per copy, this newspaper claims to have the largest circulation in it’s class. I like reading the paper because it has comprehensive reports and particularly when I want to know the latest national political situation as well as business news. You don’t need to worry about International news, since the paper is associated with New York Times and offers its global edition “International Herald Tribune” as an insert/supplement.
My only personal comment; Jakarta Post is a very serious reading, it’s kind of Kompas in English format. The Jakarta Post issues Sunday Post published every Sunday morning.
FACT: The Jakarta Post, Jl. Palmerah Barat 142-143, Jakarta 10270. Phone +62 (21) 5300476. Editor in Chief; Meidyatama Suryodiningrat. Published by PT Bina Media Tenggara. Email: editorial@thejakartapost.com Website: http://www.thejakartapost.com/
Sunday Post
It is The Jakarta Post’s Sunday edition. It has only 8 pages but covers additional 2 bundles of supplement focused in lifestyle. Although it is smaller in size, each bundle has 16 pages featuring lifestyle, fashion, entertainments (music, movies), profile, hobbies, leisure, food, kids, comics & games and schedules of tv channels. Whilst, the main 8-pages bundle features front page headline, news, focus issue, opinion, editorials, reportage, and sport.
When I read Sunday Post, I feel that I enjoy reading Jakarta Post in a soft way. Most of the reports are feature news or soft news while its straight news is also written in a certain way that makes it became more timeless story, more casual. If you don’t like reading serious news, then I suggest reading this paper. Check it out at www.thejakartapost.com
Jakarta Globe
Jakarta Globe is divided into three bindings; Headline, Life & Time and Business with total up to 28 pages and sometimes I find additional 12 pages of supplement inserted on Friday issue.
The main bundle, most of the time, has 5 sections; politics and law, media, international, opinion & letters and My Jakarta, while Life & Times is filled with 100% feature news which is split into pages named people, eyewitness, fresh pastimes, city beat cuisine and time out. The last bundle is divided into several pages focuses in business, international business, the classifieds and sports.
I like reading Jakarta Globe because the way it is written is more relax. The layout is more attractive and more casual compared with The Jakarta Post. I think the lifestyle section (Life & Time) is so far the best among the rest. I can find more varieties of light topics to discuss. There are more unique feature stories in the newspaper.
The newspaper is printed in Jakarta and distributed in Central and greater Jakarta, Medan, Balikpapan, Bali, Pekanbaru and Surabaya. Retail price of the paper is slightly higher which is Rp.8,500,- per copy.
FACT: Main office is located in Kawasan Bisnis Granadha, Plaza Semanggi 9th Floor, Jl. Sudirman Kav. 50, Karet Semanggi, Jakarta 12930. President & Editor in Chief Theo L. Sambuaga. Published by PT. Jakarta Globe Media, phone +62 (21) 2553 5053. Email: contuctus@thejakartaglobe.com Website: http://www.thejakartaglobe.com/
The Straits Times (Indonesian Edition)
The Straits Times is originally from Singapore. It is a Singapore Press Holding Publication, the most widely-read English daily in the country. I knew this paper since 2001 when I was waiter in WYCA Fort Canning Lodge, Singapore.
The newspaper has 32 pages grouped in 2 bundle; main and money. The main bundle has several sections such as Prime-news, World-news and Review & Forum. The other bundle consists of section like Money, Home, Review-insight, Sport, Saturday, Science, and Life.
If you have lived in Singapore and used to reading Singaporean’s publication, then I am sure you will enjoy reading this newspaper. Although labeled with “Indonesian Edition” printed right on the front page, the content of news about Indonesia is very less. For example, on Saturday issue, February 5th, 2011, out of 74 articles I found only one story about Indonesia written by Indonesian correspondent Wahyu Soeriaatmadja. It means, 99,9% of the stories are International or regional coverage.
My only suggestion; if you want to read more information about international news and especially what’s hot around Asia Pacific, then the Straits Times will be the right choice.
FACT: The Straits Times Indonesian Edition is published in partnership with the Jakarta Globe. Address; Aryaduta Suites Hotel, tower A 1st & 2nd floor, Garnisun Dalam No.8 Karet Semanggi, Jakarta 12930. Phone +62 21 2553 5055. Editor in Chief Patrick Daniel. http://www.straitstimes.com/.
So, I decided to pass by a small bookstore to get the newspaper, and I was surprised knowing the answer from the storekeeper that “The Jakarta Post has no longer been published”. I asked, “Since when?” The storekeeper didn’t reply but offered me a substitute. “Here you go, The Jakarta Post has become The Jakarta Globe. It’s the same,” he said while picking a totally new-look newspaper.
I grabbed the paper and paid. I didn’t need to ask why although I really wanted to know what the reasons were. Why the Jakarta Post changed the name? After reading and learning the layout, I said, “Wow, it’s a big change.”
A week later, I realized the storekeeper gave me wrong information. I visited a different book store wanting to buy Jakarta Globe and the seller said, “We don’t have it but we have The Jakarta Post.
“What? I thought The Jakarta Post has no longer published?” I asked myself.
Apparently, the Jakarta Post still exists and never been replaced by or changed the name to be Jakarta Globe.
That’s the reason why I write this posting. I want to give you information about English newspapers you can find in Jakarta. If you are new in the town then the following information might be useful for you.
The Jakarta Post
Perhaps, this is the oldest English Daily Newspaper in Indonesia. The publisher claimed it has been in the market since 1983. With 28 to 32 pages, you can find it in major bookstores like Gramedia and Gunung Agung as well as in most starred hotels and luxury apartments in the capital.
The newspaper is divided into two or sometimes three bindings, main, business and lifestyle. It normally has various sections such as; headlines, national, archipelago, opinion, readers’ forum, city, world, photo gallery, business, sports and a supplement titled “International Herald Tribune”.
Priced at Rp.6,500,- per copy, this newspaper claims to have the largest circulation in it’s class. I like reading the paper because it has comprehensive reports and particularly when I want to know the latest national political situation as well as business news. You don’t need to worry about International news, since the paper is associated with New York Times and offers its global edition “International Herald Tribune” as an insert/supplement.
My only personal comment; Jakarta Post is a very serious reading, it’s kind of Kompas in English format. The Jakarta Post issues Sunday Post published every Sunday morning.
FACT: The Jakarta Post, Jl. Palmerah Barat 142-143, Jakarta 10270. Phone +62 (21) 5300476. Editor in Chief; Meidyatama Suryodiningrat. Published by PT Bina Media Tenggara. Email: editorial@thejakartapost.com Website: http://www.thejakartapost.com/
Sunday Post
It is The Jakarta Post’s Sunday edition. It has only 8 pages but covers additional 2 bundles of supplement focused in lifestyle. Although it is smaller in size, each bundle has 16 pages featuring lifestyle, fashion, entertainments (music, movies), profile, hobbies, leisure, food, kids, comics & games and schedules of tv channels. Whilst, the main 8-pages bundle features front page headline, news, focus issue, opinion, editorials, reportage, and sport.
When I read Sunday Post, I feel that I enjoy reading Jakarta Post in a soft way. Most of the reports are feature news or soft news while its straight news is also written in a certain way that makes it became more timeless story, more casual. If you don’t like reading serious news, then I suggest reading this paper. Check it out at www.thejakartapost.com
Jakarta Globe
Jakarta Globe is divided into three bindings; Headline, Life & Time and Business with total up to 28 pages and sometimes I find additional 12 pages of supplement inserted on Friday issue.
The main bundle, most of the time, has 5 sections; politics and law, media, international, opinion & letters and My Jakarta, while Life & Times is filled with 100% feature news which is split into pages named people, eyewitness, fresh pastimes, city beat cuisine and time out. The last bundle is divided into several pages focuses in business, international business, the classifieds and sports.
I like reading Jakarta Globe because the way it is written is more relax. The layout is more attractive and more casual compared with The Jakarta Post. I think the lifestyle section (Life & Time) is so far the best among the rest. I can find more varieties of light topics to discuss. There are more unique feature stories in the newspaper.
The newspaper is printed in Jakarta and distributed in Central and greater Jakarta, Medan, Balikpapan, Bali, Pekanbaru and Surabaya. Retail price of the paper is slightly higher which is Rp.8,500,- per copy.
FACT: Main office is located in Kawasan Bisnis Granadha, Plaza Semanggi 9th Floor, Jl. Sudirman Kav. 50, Karet Semanggi, Jakarta 12930. President & Editor in Chief Theo L. Sambuaga. Published by PT. Jakarta Globe Media, phone +62 (21) 2553 5053. Email: contuctus@thejakartaglobe.com Website: http://www.thejakartaglobe.com/
The Straits Times (Indonesian Edition)
The Straits Times is originally from Singapore. It is a Singapore Press Holding Publication, the most widely-read English daily in the country. I knew this paper since 2001 when I was waiter in WYCA Fort Canning Lodge, Singapore.
The newspaper has 32 pages grouped in 2 bundle; main and money. The main bundle has several sections such as Prime-news, World-news and Review & Forum. The other bundle consists of section like Money, Home, Review-insight, Sport, Saturday, Science, and Life.
If you have lived in Singapore and used to reading Singaporean’s publication, then I am sure you will enjoy reading this newspaper. Although labeled with “Indonesian Edition” printed right on the front page, the content of news about Indonesia is very less. For example, on Saturday issue, February 5th, 2011, out of 74 articles I found only one story about Indonesia written by Indonesian correspondent Wahyu Soeriaatmadja. It means, 99,9% of the stories are International or regional coverage.
My only suggestion; if you want to read more information about international news and especially what’s hot around Asia Pacific, then the Straits Times will be the right choice.
FACT: The Straits Times Indonesian Edition is published in partnership with the Jakarta Globe. Address; Aryaduta Suites Hotel, tower A 1st & 2nd floor, Garnisun Dalam No.8 Karet Semanggi, Jakarta 12930. Phone +62 21 2553 5055. Editor in Chief Patrick Daniel. http://www.straitstimes.com/.
Subscribe to:
Posts (Atom)
