Tuesday, April 2, 2013

3 Miracle Skills yang Dikuasai Setiap Orang Tersukses

Oleh Coach Yudhi

Setiap orang pasti menginginkan kesuksesan, namun hanya 20% manusia saja yang berhasil mendapatkan kesuksesan seperti yang mereka inginkan. 80% orang yang hanya menginginkan kesuksesan tidak mengenal pola kesuksesan. Benar, POLA KESUKSESAN. Setiap hal di dunia ini memiliki pola, begitupun dengan kesuksesan.

NLP merupakan tool yang paling efektif digunakan untuk membedah pola kesuksesan. Dalam membedah pola kesuksesan berbasis NLP, ditemukan bahwa semua orang yang sukses menguasai 3 Miracle Skills yang melejitkan mereka menuju kesuksesan mereka.

Skill #1. Networking
Pada tahun 1960an, seorang Psikolog bernama Stanley Milgram melakukan eksperimen menarik mengenai networking. Sekitar 160 orang di Nebraska diberikan paket untuk diberikan kepada Pialang Saham di Massachutes. Hasillnya, semua paket tersebut berhasil sampai pada target yang diminta. Setelah itu, dilakukan tracking dan didapatkan pola bahwa untuk mencapai ke target tersebut, maka setiap orang akan menghadapi 6 orang yang membuatnya sampai ditarget tersebut. Inilah yang disebut “Six Degrees Separation”

Media facebook saat ini mendukung teori “Six Degrees Separation”. Untuk berkenalan dengan selebritis atau tokoh popular maka anda hanya membutuhkan paling banyak 6 orang yang akan mempertemukan anda dengan orang tersebut.

Skill #2. Selling
Banyak orang menganggap ketika seseorang tidak bekerja langsung di bidang selling maka skill ini tidak mereka butuhkan. Ini adalah pemahaman yang salah. Apapun pekerjaan anda, maka tidak akan terlepas dari skill selling.

Orang yang menguasai skill selling secara baik memiliki kemampuan untuk membagikan ide dan pemikiran nya kepada atasan nya, rekan nya secara elegant. Menguasai skill ini adalah hal mutlak bagi setiap individu yang menginginkan kesuksesan hidup

Skill #3. Public Speaking
Anda pasti tahu, berbicara di depan umum lebih menakutkan dibandingkan dengan kematian. Ini adalah hasil penelitian mengenai ketakutan yang dihadapi manusia. Berbicara di depan umum atau Public Speaking merupakan kemampuan yang mendukung kesuksesan anda. Kemampuan anda berbicara di depan umum membantu anda membangun personal branding.

Kemampuan Public Speaking yang baik adalah ketika anda mampu berbicara di depan umum menggunakan komunikasi yang kongruen antara tubuh dan kata-kata yang anda ucapkan. Untuk itu dibutuhkan keterampilan NLP yang mendukung menghasilkan public speaking skill yang efektif.
 
Coach Yudhi adalah #1 Miracle Life Coach di Asia, follow twitternya di @coachyudhi

Thursday, March 28, 2013

Earth Hour Environmental Tips March 28th 2013


DAILY GREEN TIPS
Day 28: March 28th 2013

Watch out your Pipes! Reduce energy loss by making sure your water pipes are properly insulated. Insulating your water pipes is an easy way to cut the energy consumption of your water heater/cooler by preventing heat/cold from escaping. Water pipe insulation also helps deliver hot/cold water to your taps and showerheads faster, thus saving water as well as energy. Schedule to check your pipe on regular basis will reduce heating or cooling energy up to 25 percent.

Awas Pipa Rumah Anda! Kurangi hillangnya energi dengan memastikan pipa-pipa saluran air dingin/panas di rumah Anda terbungkus (terinsulasi) dengan baik. Menginsulasi atau membungkus pipa adalah cara mudah untuk menghemat konsumsi energi pemanas/pendingin air melalui pencegahan menguapnya dingin/panas. Pipa yang dibungkus dengan baik dapat menghantarkan air dingin/panas ke kran dan showerhead lebih cepat sehingga menghemat waktu dan energi. Menjadwalkan untuk mengecek pipa air di rumah secara teratur dapat menghemat energi pemanas/pendingin hingga 25 persen.


DAILY FACTS ABOUT EARTH HOUR
Day 28: March 28th 2013

What does the Earth Hour logo mean?
The standard Earth Hour '60' logo represents the 60 minutes of Earth Hour where we focus on the impact we are having on our planet and take positive action to address the environmental issues we face. For Earth Hour 2011 the ‘60+’ logo was introduced representing a commitment to add to Earth Hour a positive act for the planet that goes beyond the hour.

Apa arti dari logo Earth Hour?
Logo standar Earth Hour '60' mewakili 60 menit dari Earth Hour di mana kita fokus pada dampak yang kita alami terhadap planet kita dan mengambil tindakan positif untuk mengatasi masalah lingkungan yang kita hadapi. Adapun logo Earth Hour 2011 '60+ 'diperkenalkan untuk menunjukkan komitmen dalam menambah tindakan positif bagi bumi lebih dari sekadar satu jam.

Public Workshop “GREAT Sales Prospecting Tehniques to INCREASE your Sales”


Dapatkan metode TERBARU dalam meningkatkan keterampilan PROSPECTING yang EFEKTIF untuk meningkatkan PENJUALAN anda di tahun 2013 ini.
 
Setiap perusahaan dan orang sales membutuhkan pelanggan baru untuk mengembangkan pasar dan meningkatkan penjualan. 

Untuk mencari dan mendapatkan pelanggan baru yang potensial dibutuhkan keterampilan prospecting yang efektif.
 
Workshop ini bertujuan agar setiap peserta  menguasai  kemampuan untuk mengidentifikasi prospek dengan tepat dan melakukan approach yang benar.
 
Outline
1.Model of Prospecting
2.Six Tools of Prospecting
3.Steps in the Pre-approach Stage
4.Market Knowledge
5.Sales Appointments
 
Objectives
1.Mengerti dan memahami model prospecting
2.Mampu mengidentifikasi prospek dengan efektif
3.Menguasai tehnik-tehnik dalam pre approach dengan social media
4.Memiliki kemampuan membaca potensi pasar dan prospek
5.Menguasai keterampilan dalam membuat janji dengan prospek
                      
Pembicara : Dedy Budiman M.Pd ( Champion Sales Trainer, Founder KOMISI )

Tempat                : 
Hotel Ciputra – Jakarta
Hari / Tanggal     :  Kamis / 18 April 2013
Waktu                  :  09.00 – 16.00 WIB
Investasi              :  Rp 850.000,- / peserta
(termasuk makalah, sertifikat, makan siang, coffe break)

Daftar 5 orang, GRATIS orang ke 6.

HUBUNGI sekarang juga PEGGY di 021-49009333 atau email ke 
info@dedybudiman.com

Happy Selling,
Dedy Budiman M.Pd
The Champion Sales Trainer
Facebook    : tipsales
Twitter          : @dedybudiman

Earth Hour Environmental Tips March 27th 2013


DAILY GREEN TIPS
Day 27: March 27th 2013

Planting Trees to Clean the Air. Planting trees is good for the environment, good for the soul, good for the local economy and, it turns out, even better for our health. Strategically planted, trees can also reduce home energy use by as much as 30%

Menanam Pohon untuk Membersihkan Udara. Menanam pohon atau tanaman sangat baik untuk lingkungan, baik untuk jiwa, baik untuk ekonomi dan ternyata juga sangat baik untuk kesehatan Anda. Bila ditanam secara strategis, pohon atau tanaman dapat mengurangi energi yang diperlukan rumah hingga 30 persen.


DAILY FACTS ABOUT EARTH HOUR
Day 27: March 27th 2013

Does Earth Hour welcome the support of other NGOs (Non-Government Organisations) and NFP's (Not for Profits)?
Absolutely. In fact, the success of Earth Hour would not be possible without the support of other NGOs and NFPs. Global organisations such as the World Organisation of the Scout Movement and the World Association of Girl Guides and Girl Scouts have been pivotal in spreading the Earth Hour message, while in some countries where there is no WWF presence, Earth Hour campaigns are orchestrated entirely by other NGOs and NFPs who share the same non-aggressive, guilt-free approach to addressing environmental issues taken by Earth Hour.

Apakah Earth Hour menyambut baik dukungan dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan NFP (Not for Profits) lainnya?
Tentu saja. Bahkan, keberhasilan Earth Hour tidak akan mungkin tanpa dukungan dari LSM lain dan NFP (Lembaga Nirlaba). Organisasi global semacam Gerakan Pramuka dan asosiasi dunia Girl Guides dan Gerakan Pramuka Wanita telah menjadi bagian penting dalam menyebarkan pesan Earth Hour. Adapun di beberapa negara di mana tidak ada kehadiran WWF, kampanye Earth Hour sepenuhnya diatur oleh NGO dan NFP yang menerapkan pendekatan yang sama dengan Earth Hour dalam mengatasi masalah terhadap lingkungan.

Wednesday, March 27, 2013

Perusahaan Yang Baik dan Karyawan Yang Baik

Oleh: Dadang Kadarusman
 
Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
 
Apa kabar kantor Anda? Yaaa, biasa aja sih ya. Tidak ada yang istimewa. Kan segala sesuatunya berjalan seperti biasanya. Setiap hari, ya begitu itulah kantor kita. Sekalipun begitu, coba sesekali Anda deskripsikan keadaan kantor lebih dari sekedar ‘biasa aja sih’. Soalnya, bisa jadi ada sesuatu yang kurang pas disana. Hanya saja kita selama ini tidak terlampau mempedulikannya. Atau, mungkin ada hal-hal yang bisa kita perbaiki. Tapi, karena kita menganggapnya lumrah ya sudah deh; dibiarkan begitu saja. Emangnya kenapa kalau kita biarkan? Soalnya, kantor merupakan tempat yang paling lama ‘menampung’ kita. Bukan soal bisa bosan dengan keadaan begitu terus. Tapi, suasana kantor yang buruk, akan berbahya juga bagi kita. Justru kitalah yang rugi, jika tidak peduli kepada kondisi di kantor kita. Kalau ada hal yang buruk, mesti kita perbaiki. Emangnya kalau kita cuekkin aja kenapa? Yang penting kan kerjaan gue beres.
 
Lelaki mungil kami tengah mempersiapkan materi presentasinya di sekolah. Dan katanya, mesti di print warna. Sebenarnya kami punya printer warna. Tapi sudah lama tidak digunakan. Selain mungkin tintanya sudah mengering, dicari-cari juga tidak berhasil kami temukan keberadaannya. Biasalah, kalau sedang tidak butuh; kita gemar mengabaikan sesuatu. Kita baru pusing mencarinya saat membutuhkannya. Setelah usaha menemukan printer warna itu gagal, maka pilihan paling mudah berikutnya adalah mencetak file itu di tempat fotokopian yang berada tidak jauh dari tempat tinggal kami. Ada layanan cetak warna disana. Jadi, mestinya tidak ada masalah. Hanya dalam beberapa menit saja, semuanya sudah selesai.
 
Masalah sebenarnya baru ketahuan ketika saya kembali bekerja. Setiap kali akan melakukan training, saya berupaya membawa salinan file presentasi dalam flash disc sebagai back-up. Untuk sekedar berjaga-jaga saja kalau-kalau terjadi sesuatu dengan laptop saya. Kan tidak lucu kalau alat bantu audio-visual yang sudah disiapkan ternyata tidak bisa digunakan dalam training itu. Maka saya pun bersiap meng-copy file itu ke flash disc. Niat itu urung karena, sekarang dilayar laptop saya muncul dialog box yang memberikan  peringatan bahwa fash disc saya terkena virus. Tidak usah merunut lagi dimana virus itu didapat. Tempat fotokpian yang menyediakan jasa print warna itu. Dimana lagi kan?
 
Flash disk itu, jarang sekali digunakan dikomputer lain selain milik kami di rumah yang sudah terjamin kebersihannya. Tidak pernah terinfeksi virus apapun selama ini. Meskipun sudah ratusan kali bolak balik digunakan. Tapi hanya perlu satu kali berinteraksi dengan computer bervirus di fotokopian itu, dan terinfeksilah dia. Kelihatannya sih, semudah itu jugalah lingkungan yang buruk membuat diri kita juga menjadi buruk. Lingkungan kerja yang buruk, bisa membuat diri kita berubah menjadi pribadi yang buruk loh. Beneran.
 
Tidak perlu bolak balik ke ruangan yang penuh dengan asap untuk menjadikan tubuh kita berbau asap, bukan? Tidak perlu berkali-kali masuk ke ruangan berdebu, untuk membuat tubuh kita juga berdebu. Sekali saja masuk kesitu, maka kita akan kebagian bau dan debunya. Sekarang, bayangkan jika di kantor yang setiap hari kita menghabiskan waktu 8 jam itu kondisinya buruk. Bisa dibayangkan betapa banyak pengaruh buruk yang bisa masuk kedalam diri kita kan?
 
Kita baru berbicara tentang hal-hal yang sifatnya fisik. Seperti debu, suasana yang sumpek, berantakan, dan hal-hal semacam itu. Meskipun pengaruhnya tidak bisa disepelekan, namun ada aspek lain yang jauh lebih merugikan. Yaitu, kondisi non fisik yang buruk. Jika di kantor Anda terlampau banyak intrik. Interaksi tidak sehat antar satu orang dengan lainnya. Atau terbentuknya ‘klan-klan’ fanatik departemen atau boss-nya, misalnya. Atau mungkin juga ada perilaku buruk dari orang-orang yang dominan. Maka kondisi itu sangat besar pengaruhnya kepada diri kita. Anda lebih cepat merasa lelah kan kalau bekerja dalam suasana yang penuh tekanan? Maka kita semua punya kepentingan yang sama untuk memastikan bahwa kantor kita bisa menjadi tempat yang menyenangkan. Supaya tidak menginfeksi kita dengan suasana atau pengaruh-pengaruh yang buruk. Kan nggak seru juga kalau bĂȘte di kantor menempel ikut kita sampai ke rumah seperti virus yang dibawa pulang melalui flash disc itu.
 
System anti virus di computer saya memperingatkan bahwa flash disc itu harus segera dibersihkan. Jika tidak, maka dia akan menginfeksi computer lainnya. Ternyata sumber infeksi itu tidak hanya dari computer ke flash disc. Bisa sebaliknya juga. Di kantor juga begitu. Infeksi nilai-nilai atau sikap yang buruk itu tidak selalu datang dari lingkungan kepada individu-individu, melainkan juga sebaliknya. Suasana kantor yang menyenangkan bisa berubah menjadi buruk ketika ada orang-orang tertentu yang membuat keruh suasana kan? Itu artinya, kita sendiri pun bisa menginfeksi lingkungan kerja kita dengan sikap dan perilaku buruk kita. Maka jika kita ingin gembira, bahagia, dan senang hati selama bekerja di kantor; kita mesti menjaga suasana kantor tetap baik. Dengan cara, kita sendiri berperilaku baik. Karena setiap perilaku buruk kita akan menginfeksi lingkungan kerja kita seperti flash disc kotor yang bisa menginfeksi computer yang masih bersih.
 
Saya kan cuman anak buah. Bisa apa saya untuk membuat suasana kantor menjadi menyenangkan? Hey, setiap orang bisa berkontribusi loh. Kita bisa melakukan hal-hal sederhana. Cukup dengan perilaku kerja kita saja dulu misalnya. Memasang wajah yang ramah selama di kantor. Menghargai orang lain. Fokus kepada solusi, kalau menghadapi masalah dengan teman kerja. Hal-hal semudah itu saja dulu. Mungkin Anda menganggap ini hal sepele. Tapi percayalah, sikap baik Anda yang sederhana itu akan memberi warna yang indah dikantor Anda. Kepada orang baik, orang lain pun akan bersikap baik. Bahkan orang yang perilakunya jelek pun, sering bersikap baik kepada orang yang baik.
 
Sekalipun begitu, ada teman saya yang mengatakan bahwa dia sudah melakukan apapun yang terbaik untuk kantornya. Tapi suasana disana sudah sedemikian parahnya sehingga tidak ada yang bisa mengubahnya. Harapan itu sirna karena katanya, semua boss pun tidak peduli. Malahan sikap mereka kepada karyawan pun buruk sekali. Mana bisa karyawan yang diperlakukan buruk berkontribusi untuk kebaikan perusahaan? Begitu katanya. Menurut pendapat Anda, apa yang mesti dilakukan oleh teman kita yang berada di lingkungan kerja yang sudah ‘tidak bisa diselamatkan lagi’ itu?
 
Kepada anak-anak, saya mengatakan; “mulai saat ini, kita tidak usah menggunakan flash disc kita di tempat sembarangan ya…” saya mengatakan itu ketika kami melintasi tempat cetak warna itu. “Tapi kan kita perlu Yah….” Jawab anak-anak. Saya bilang, kita mesti datang ke tempat yang sudah dipastikan baik. Tidak mengandung virus-virus yang membahayakan buat flash disc kita. Soalnya, bahaya buat semua computer kita di rumah.
 
Seperti di kantor juga ya. Kita sering merasa kita sangat butuh. Sehingga pasrah saja untuk keluar masuk kantor itu. Boleh saja, jika efek nilai-nilai atau suasana buruk itu masih bisa Anda tolelir. Artinya, Anda tidak terpengaruh oleh cara berpikir, cara bersikap, dan cara kerja yang buruk. Ini buktinya, orang yang baik terlalu lama bekerja di kantor yang suasana kerjanya buruk. Kurang saling menghargai satu sama lain. Atau kerjanya pada lelet. Tahukah Anda, apa yang terjadi pada orang baik itu? Dia jadi ikutan lelet juga tuch. Ikut tidak peduli kepada orang lain. Dan ikutan cuek saja kalau ada sesuatu yang kurang pas terjadi disana. Saya, sudah cukup sering melihat suasana seperti itu. Dan Anda pun mungkin sering menyaksikan sutuasi seperti itu. Artinya, orang baik itu sudah ikut terinfeksi juga kan?
 
Anda, sanggup nggak untuk tetap terjaga baik kalau berada terus di kantor yang punya suasana kerja buruk itu? Jika sanggup tetap baik, stay there juga nggak apa-apa. Tapi kalau Anda tidak yakin bisa tetap menjadi pribadi yang baik; maka sebaiknya Anda start searching for a better place. Tapi kan susah banget cari kerjaan zaman sekarang? Mungkin dalam hati Anda ada keraguan itu. Anda betul. Susah mencari kerja zaman sekarang. Untuk orang-orang yang tidak memiliki keunggulan. Kalau Anda punya keunggulan. Punya kualitas pribadi yang baik. Punya keterampilan kerja yang bagus. Punya kegigihan, keuletan, kedisiplinan dan nilai tambah lainnya. Maka pekerjaan itu tidak sulit untuk ditemukan. Carilah tempat yang lebih baik, yang bisa menjadikan Anda pribadi yang tetap baik. Insya Allah, akan Anda temukan.
 
Bagaimana jika Anda tidak memiliki semua keunggulan yang saya sebutkan diatas itu? Gampang. Mulai sekarang, Anda bangun keunggulan pribadi itu. Supaya dalam satu atau dua tahun kedepan, Anda bisa membebaskan diri dari lingkungan kerja yang buruk. Saya memprovokasi Anda? Tidak. Saya justru mengajak Anda untuk tinggal, dan terus mengabdikan diri di perusahaan yang baik. Stay in a good company my friend. Karena di perusahaan yang baik, Anda akan terus disirami dengan nilai-nilai yang baik. Dan karena Anda orang yang baik, maka Anda bisa berkontribusi untuk menjadikan perusahaan Anda yang sudah baik itu untuk menjadi tempat kerja yang lebih baik lagi. Supaya kelak, kita bisa mewujudkan mimpi kita tentang menciptakan the best place to work for itu. Yaitu tempat terbaik, untuk membangun karir. Dan untuk itu, perusahaan baik membutuhkan orang-orang baik seperti Anda. So, start to build you personal excellence. Karena banyak perusahaan baik yang membutuhkan Anda.
 
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 25 Maret 2013
Author, Trainer, and Professional Public Speaker
DK: 0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D
 
Catatan Kaki:
Perusahaan yang baik hanya cocok untuk orang-orang yang baik. Sama seperti halnya orang-orang yang baik hanya cocok untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang baik.
 
Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman?  Kunjungi dan bergabung dihttp://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/
 
Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

Earth Hour Environmental Tips March 26th 2013

Daily Green Tips
Day 26: March 26th 2013

Lightbulbs to Energy-Saving Lamp. Start replacing all your lightbulbs to CFLs (compact fluorescent lamp), or Energy-Saving Lights/Lamp. CFLs use one-fifth to one-third the electric power, and last eight to fifteen times longer. A CFL has a higher purchase price than an incandescent lamp, but can save over five times its purchase price in electricity costs over the lamp's lifetime.

Lampu Bohlam menjadi Lampu Hemat Energi. Mulailah mengganti lampu bohlam Anda dengan lampu neon atau lampu hemat energi yang biasa disebut juga dengan CFL (compact fluorescent lamp). Lampu neon jenis CFL menggunakan seperlima atau sepertiga energi listrik dibanding lampu bohlam biasa dan delapan hingga lima belas kali lebih awet. Lampu neon CFL relatif sedikit lebih mahal, tetapi lebih hemat lima kali biaya listrik ketimbang lampu biasa.


Daily Facts about Earth Hour
Day 26: March 26th 2013

Do you have requirements or regulations about who can or cannot partner with Earth Hour?
Any partner must uphold and support the aims and principles of Earth Hour. These include encouraging individual and community engagement on environmental issues. Encouraging conscious decisions to change the way we live in order to affect environmental reform, without the use of scare tactics or shaming. The specific decisions about whether or not to partner with a group or corporation are made at local level by Earth Hour country and city teams based on what suits their needs and community in achieving the goals of Earth Hour.

Apakah Anda memiliki peraturan atau persyaratan mengenai siapa yang bisa atau tidak bisa bermitra Earth Hour?
Setiap mitra harus menjunjung tinggi dan mendukung tujuan dan prinsip-prinsip Earth Hour. Ini termasuk mendorong pribadi dan keterlibatan masyarakat terhadap permasalahan lingkungan. Mendorong keputusan akan kesadaran untuk mengubah cara kita hidup dalam rangka mempengaruhi reformasi lingkungan, tanpa menggunakan taktik menakut-nakuti atau mempermalukan. Keputusan pasti, apakah iya atau tidak untuk bermitra dengan suatu kelompok atau badan usaha ditentukan oleh tim Earth Hour di tingkat negara atau ibu kota berdasarkan apa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam mencapai tujuan Earth Hour.