Wednesday, December 14, 2011

Belajar Menulis Berita

Dikarenakan ada beberapa kawan yang menanyakan cara menulis press release, maka postingan kali ini saya ingin berbagi tentang teknik menulis berita langsung (straight news). Sebenarnya saya tidak punya waktu untuk menulis tentang “Teknik Penulisan Press Release”, akan tetapi ketika saya membuka-buka file lama, kebetulan menemukan sebuah makalah yang pernah saya buat dan pernah dipresentasikannya pada acara Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa oleh Medikom Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Denpasar, Bali, pada tanggal 4-5 Oktober 2002. Waktu itu saya menjadi salah satu pembicara pada acara pelatihan itu.

Berikut adalah makalah tersebut. Pada dasarnya, teknik penulisan Press Release memiliki kesamaan dengan teknik penulisan berita langsung. Nanti, bila ada luang waktu saya akan memposting “Teknik Menulis Siaran Pers”. Selamat membaca:


Tentang Berita (1)
Catatan Kecil untuk Mengenal Penulisan Berita Langsung

Mohammad Iqbal (2)
iqbal_hai@yahoo.com

What is news?
Apa itu berita? Pertanyaan ini mungkin jarang terlintas, karena hampir setiap hari, bahkan setiap waktu kita bersinggungan dengannya. Berita, kabar, warta atau sejenisnya tentulah sudah kita kenal.

Ketika Anda sedang asyik-asyiknya makan bakso di sebuah warung lesehan di pinggir jalan, tiba-tiba terjadi tabrak lari di depan mata Anda. Setibanya di rumah, Anda ceritakan runutan kejadian tersebut kepada teman, maka disaat itu pula Anda sudah membuat berita berdasar rekaman pengalaman makan bakso tadi. Nah, hal yang sama di lakukan perusahaan media massa dalam berdagang. Wartawan cuma menceritakan ulang kejadian yang sebenarnya, berdasar apa yang ia lihat, amati dan rasakan.

Hal yang sama juga ketika Anda curhat kepada karib Anda perihal putusnya jalinan asmara Anda dengan si Puteri (sebut saja begiu), atau ketika Anda memberitahu teman Anda bahwa kucing Anda terserang batuk, atau bahkan ketika Anda menanyakan; “Apa kabar, kawan?”

Jadi jelaslah bahwa berita adalah peristiwa atau kejadian yang dituturkan ulang kepada orang lain dengan tujuan penyebaran informasi, dan atau niat-niat tertentu lainnya.

Dalam dunia jurnalistik, kalau saya tidak ketinggalan, setidaknya kini ada tiga macam berita; berita langsung (straight news atau hard news), berita ringan (soft news) dan berita kisah (features). Catatan kecil ini tidak berusaha membahas dua macam yang terakhir, tetapi lebih pada memahami apa itu straight news.

Perbedaan utama pada ketiga jenis berita di atas terletak pada bentuk penyajian dan gaya penulisan. Straight news biasanya digunakan pada koran harian (periode terbitannya relatif pendek), ditulis dengan gaya langsung menukik ke pokok permasalahan berita, singkat dan tuntas. Berbeda dengan features yang sifatnya lebih awet, kuat dalam unsur sastra (mirip cerpen), panjang bertutur, bernarasi (bercerita) dan mendalam. Oleh karenanya, biasanya digunakan pada media yang periode deadlinenya lebih panjang seperti tabloid dan majalah yang terbit mingguan atau bulanan.

Sedangkan Soft News merupakan berita yang topik dan materinya ringan yang ditulis dengan gaya santai. Biasanya penulisan profil, tokoh atau rubrik humor menerapkan konsep soft news ini.

Bahan Berita
Jangan pusing mencari sumber atau bahan untuk menulis berita, karena semua tersedia di alam bebas. Konsepnya, bahan berita itu melimpah ruah, tersedia di manapun dan kapanpun di alam kehidupan dunia ini. Pada dasarnya dalam menetukan berita itu terserah sang penulis (wartawan). Tapi sayangnya, ia tidak bisa asal menulis sesukanya. Ada beberapa syarat yang harus dipatuhi agar para konsumern berita benar-benar mendapatkan berita yang selayaknya. Hal ini berkaitan dengan nilai berita, daya pikat, bobot dan bebetnya.

Ini benar-benar berita
Dalam benak para wartawan, seringkali mereka bergumam dengan kalimat; “Ini baru berita”. Ketika sang wartawan melihat kucing menerkam tikus, dalam pikirannya ia cuma berkata “Ah, udah biasa”. Tapi jika sebaliknya, maka “Aha, ini baru berita”. Artinya perumpamaaan ini berkaitan dengan news value atau news worthy. Untuk menilai bahwa suatu peristiwa layak dianggap berita dapat dilihat pada beberapa faktor berikut, yakni: fatual, actual (update), dekat dengan pembaca, penting (importance), menarik dan berbobot.

Nilai lebih
Suatu peristiwa akan menarik untuk diberitakan jika mengandung nilai lebih sebagai unsur pemikat. Daya pikat suatu bahan (materi) berita umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asas manfaat bagi pembaca, ketenaran, seksualitas, konflik besar, criminal, humor, kemanusiaan (human interest), tragedi dan hal yang luar biasa (incredible).

Inilah tekniknya
Bagaimana teknis menulis berita? Sebelum memulainya, ada saran pertama sebagai modal menulis, bahwa “tulislah apa yang ada di benak Anda. Urusan salah benar, itu belakangan.”

Secara umum, kerangaka anatomi berita langsung terbagi menjadi tiga bagian pokok, yakni judul (title), teras (lead) tubuh (body)(3). Lihat bagian piramida terbalik dibawah ini. Sedangkan konsep dasarnya adalah menulis unsur 5W + 1H, itu saja.

Tetapi perlu juga beberapa syarat lainnya seperti akurasi penulisan kutipan pernyataan, angka, nama dan identitas sesuatu, prinsip cover both sides, prinsip off the record, obyektifitas, dan jelas (tidak bias).

Dalam “Piramida Terbalik”, bahan tulisan (informasi) disusun sedemikian rupa sehingga pembaca pertama-tama memperoleh bagian terpenting dari berita ketika membaca pada awal tulisan. Materi disusun sesuai dengan urutan pentingnya; informasi makin ke bawah makin kurang penting, lebih banyak detail, sementara pokoknya sudah dimuat di atas.

Menurut Goenawan Mohamad (1996), dalam dunia pers yang terburu-buru, piramida terbalik mempunyai dua fungsi. Pertama untuk memungkinkan editor memotong naskah dari bawah. Karena disusun sesuai dengan skala nilai pentingnya, maka editor dengan cepat memotong dari belakang sesuai dengan halaman yang tersedia.

Kedua, memungkinkan diketahui dengan cepat apakah berita itu layak dimuat atau tidak. Editor cukup membaca leadnya saja. Editor tahu, bahwa unsur terpenting suatu berita langsung terletak pada bagian lead (teras).

Judul Berita
Istilah “kesan pertama selanjutnya terserah Anda”, sepertinya cocok diterapkan dalam proses menciptakan judul berita. Judul merupakan ekspresi dan pandangan pertama. Semenarik dan penting apapun suatu berita, tapi jika judulnya tidak berkesan dan cukup mewakili isi, maka tak ada gunanya.

Agar berita tampil menarik, maka ciptakanlah judul yang; singkat, padat, lengkap, komunikatif, mudah dipahami, jelas (tidak menyesatkan alias missleading), dan mewakili isi berita. Cupi Sofyan (2000) menyarankan agar penulisan judul tidak dipenggal oleh tanda baca koma, lebih baik menggunakan kalimat aktif, dan tidak melanggar kode etik.

Lead
Lead merupakan pembukaan bagi suatu berita dan unsur terdepan setelah judul. Beberapa tulisan bisa dimengerti dengan cukup membaca lead saja. Oleh Goenawan Mohamad (1996) lead dibuat untuk menarik pembaca agar lebih lanjut membaca tubuh berita sekaligus membuat alur berita menjadi lancar.

Mencoba menangkap minat pembaca tanpa menciptakan lead yang kuat, sama halnya dengan memancingi ikan tanpa umpan. Intinya, dalam menulis, ide apa saja bisa diterapkan asal tujuan bisa tercapai, yakni ketertarikan lebih lanjut. Teknisnya, bisa diterapkan dengan prinsip konvensional 5W +1H. Lead sebaiknya pendek atau tidak lebih dari 40 kata atau menurut Goenawan tak lebih dari empat baris. Macamnya pun bisa bervariasi dari lead ringkasan, kutipan sampai lead nyentrik.(4)

Tubuh Berita
Bagian ini merupakan detail dari teras berita (lead). Merupakan penjelasan lanjut dari tulisan diatasnya. Pada bagian ini, factor why and how dipaparkan lebih mendalam.

Pada bagian ini faktor yang harus di taati adalah kedisiplinan pada penulisan yang baik dan benar, meliputi penulisan paragraph (koherensi dan korelasinya) dan ejaan, bahasa, prinsip kejelasan SPOK, diksi (kata-kata) dan intonasi (intonasi bahasa jurnalistik sangat berbeda dengan misalnya penulisan paper, makalah seminar, atau karya tulis ilmiah).

Ingat juga, tidak diperkenankan ada pengulangan kata, kalimat, bahkan logika. Perlu juga untuk menghindari adanya penjelasan yang tidak relevan (Rofiqi, 2001).

Yang perlu digarisbawahi, bahwa agar tulisan tidak melebar dan meluas ngalor-ngidul, maka dalam menulis berita langsung dan juga jenis berita lainnya, harus memperoleh angle (sudut pandang) yang jelas. Ketidakdisiplinan berada dalam bingkai angle yang jelas, mengakibatkan tulisan tidak tajam dan cenderung tak terarah alias tidak fokus. Angle merupakan sub tema yang terpilih, yang dipakai untuk menetapkan kerangka batas-batas tema yang ditulis.

Footnote:
1). Disampaikan pada acara Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa oleh Medikom FE Unud Denpasar 4-5 Oktober 2002.

2). Mohammad Iqbal adalah mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Udayana, kini aktif menanam rumput laut di pantai selatan pulau Bali.

3). Beberapa penulis menambahkan unsur ekor berita (ending). Bagian yang kurang penting dalam suatu kejadian biasanya ditulis pada bagian ini.

4). Di tahun 1996, Goenawan Mohamad menawarkan setidaknya ada 9 macam lead; a/1 Lead ringkasan, bercerita, deskriptif, kutipan, pertanyaan, menuding langsung, menggoda, nyentrik dan lead gabungan.

Sumber bacaan:
Mohammad, Goenawan. 1996. Seandainya Saya Wartawan Tempo. ISAI & Yayasan Alumni Tempo. Jakarta: PT. Surya Grafindo.

Sofyan, Cupi. “Serba Singkat Tentang Berita”’ Makalah Pada Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) 2000 Persma Akademika Universitas Udayana.

Hasan, Rofiki. “Straight News (Berita Langsung)”. Makalah pada Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) 2001 Persma Akademika Universitas Udayana.

Putu, Dwikora. “Bahasa Jurnalistik”. Makalah pada Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) 2000 Persma Akademika Universitas Udayana.


6 comments:

author abcenternews said...

artikel yang sangat bermanfaat....,

Rachmanesha said...

Mau berbagi informasi…
Buat yang aktif nge-blog dan ingin berbagi informasi tentang peristiwa di seputar Anda. Portal Berita Jurnalisme Publik | EKSPOSRAKYAT.com mengundang Anda untuk menjadi Kontributor.
Bagi yang aktif bisa direkrut menjadi wartawan tetap. Silahkan mendaftar menjadi Kontributor di EKSPOSRAKYAT.com

Anonymous said...

whoah this weblog is wonderful i like studying your posts.
Keep up the great work! You recognize, many persons are looking around
for this info, you can aid them greatly.

Look into my website ... huis huren frankrijk

Anonymous said...

Saved as a favorite, I really like your website!


Also visit my homepage; vakantiehuisjes frankrijk

Anonymous said...

I'm really enjoying the theme/design of your blog. Do you ever run into any internet browser compatibility issues? A few of my blog audience have complained about my blog not working correctly in Explorer but looks great in Safari. Do you have any tips to help fix this issue?

Also visit my blog post ... vakantiehuisje frankrijk

Anonymous said...

Wonderful, what a blog it is! This blog gives helpful facts to us, keep it up.


Look at my homepage - vakantiehuisje frankrijk huren