Sunday, January 13, 2013

Sibuk Hingga Ke Ubun-Ubun

Oleh Dadang Kadarusman
www.dadangkadarusman.com

Kali ini, sibuk beneran. Bukan sibuk dari Hong Kong. Sudah berusaha disiplin soal waktu. Sudah berusaha bekerja seefisien mungkin. Dan, sudah berusaha untuk fokus kepada tugas-tugas yang mesti diselesaikan tepat waktu. Tapi, memang pekerjaannya sangat banyak. Jadi, bagaimana pun gigihnya bekerja, tetap saja hari-hari kerja kita selalu dikejar-kejar oleh tugas demi tugas yang mengalir terus tanpa henti. Kita, benar-benar sibuk. Tidak dibuat-buat. Tidak berpura-pura. Dan tidak ada waktu yang disia-siakan. Bagaimana bisa menjaga perasaan tetap positif jika demikian?

Dalam salah satu periode karir prosefesional saya, ada masa dimana saya memegang 3 jabatan berbeda. Bukan sementara waktu karena – misalnya – orang yang mestinya bertugas sedang cuti hamil 3 bulan. Bukan karena sedang merekrut professional, dan bukan juga sekedar sebuah test. Hampir setiap pagi saya tiba di kantor sebelum jam 7. Tidak berat sih kalo soal itu. Karena saya termasuk ‘orang pagi’. Terbiasa bangun subuh dan beraktivitas seawal mungkin. Jadi, soal itu tidak jadi masalah. Tapi kadang saya harus bekerja sampai larut malam. Bahkan, makan siang pun di pantry kantor. Saya tahu jika orang lain pun sangat sibuk di kantor kami. Tapi, mungkin orang lain tidak sesibuk itu. Pada awalnya, saya juga khawatir tidak bisa menjalaninya dengan baik. Namun ternyata, hal itu sangat mengasyikan. Tahukah Anda darimana saya mendapatkan energy dan semangat setinggi itu? Begini.

Setiap kali pulang atau pergi dari kantor, saya melintasi sebuah jembatan layang. Jembatan itu melintasi jalan toll yang berada dibawahnya. Dikedua sisinya, jembatan itu dilengkapi dengan pembatas terbuat dari lempengan logam yang dianyam. Semacam jaring untuk menjaga keamanan para pelintasnya. Selain dinding jarring yang kokoh, jembatan itu dilengkapi dengan semacam trotoar. Meskipun jarang sekali ada orang yang menyeberang dengan berjalan kaki disitu. Sekalipun demikian, jembatan itu selalu ramai dengan sejumlah orang. Saya kira, tidak berlebihan jika saya mengatakan ‘selalu’. Karena, tidak peduli jam berapapun Anda melintas dijalan itu. Anda akan selalu menemukan sejumlah orang disitu. Termasuk, jika Anda pulang dari kantor jam satu pagi. Orang itu pun masih berasa disitu. Siapakah gerangan orang-orang itu?

Daripada mencari identitas mereka, saya lebih tertarik dengan ‘apa yang mereka lakukan’ disitu. Rupanya, mereka menantikan ‘siapa tahu’ ada pekerjaan ‘melintas’ kesana. Ya. Mereka menantikan pekerjaan mendatangi mereka. Kadang-kadang, truk pasir berhenti disana jam sebelas malam. Lalu mengijinkan dua atau tiga orang naik, untuk kemudian menuju ke tempat pasir diangkut. Sementara orang-orang yang tidak kebagian pekerjaan itu, mesti menunggu truk lainnya datang. Itu pun, jika masih ada truk lainnya itu. Kadang-kadang. Mobil pribadi pun berhenti. Untuk memberikan pekerjaan membersihkan selokan didepan rumah. Atau pekerjaan apa saja yang bisa mereka lakukan dengan cangkul dan sekop.

“Ini Jakarta lho…” begitulah saya membatin.

Orang rela standby selama 24 jam dengan hanya duduk atau berbaring beralaskan kardus untuk menantikan pekerjaan melintas disana. Meski Jakarta panas, tapi kalau malam hari ya tetap dingin juga. Belum lagi dengan hembusan angin hasil terpaan mobil-mobil besar yang melintasi jalan tol dibawahnya. Mereka hanya menutupi tubuhnya dengan kain sarung. Jangan tanya lagi seperti apa keadaannya jika musim hujan seperti sekarang ini. Demi menantikan pekerjaan melintas disana, mereka rela melakukan apa pun yang tidak akan sanggup dilakukan oleh orang kantoran seperti kita.

Orang kantoran, eh?

Kursi empuk. Ruang ber-AC. Gaji bulanan yang sudah pasti. Pekerjaan yang sudah jelas. Namun. Masih mengeluhkan betapa pekerjaan ini tidak selesai-selesai sih!

Saya tidak tahu apakah pekerjaan Anda sebanyak pekerjaan yang mesti saya selesaikan. Jam 12 malam, kadang saya masih berada di conference room untuk melakukan video conference dengan boss atau kolega yang berjarak 12 jam di belahan dunia lain. Atau, jam 11 malam boss saya kembali ke kantor untuk menanyakan ‘how is the progress?’ karena dia pun sedang ditunggu boss besarnya di New York. Hari sabtu tengah malam telepon saya berbunyi lalu suara diseberang terdengar ‘Dadang, could you give me a favor, please….?’ Saya tidak tahu apakah kesibukan Anda sampai seperti itu. Atau mungkin lebih dari itu.

Tapi. Saya menemukan di jembatan layang itu. Orang-orang yang merindukan pekerjaan sedemikian kangennya sehingga mereka rela menanti. Truk demi truk dengan penuh harap. Menatap langsung ke mata setiap pengemudi mobil pribadi; siapa tahu orang kaya yang melintas disitu punya masalah dengan selokan depan rumahnya yang mampet. Atau, sedang terganggu kenyamanan hidupnya dengan tumpukan sisa bongkaran rumah yang baru direnovasi. Apa saja deh. Yang penting ada pekerjaan. Karena setiap pekerjaan, berarti sesuap nasi.

Saya?

Punya begitu banyak pekerjaan.

Mereka. Punya begitu banyak kerinduan terhadap pekerjaan.

Menangis mereka dalam ketiadaan pekerjaan setiap hari yang mesti mereka alami.

Kita? Bagaimana pun juga. Hidup kita dengan tumpukan pekerjaan yang saat ini tengah kita keluhkan itu jauuuuuuuuuh…. lebih baik dari pada kehidupan orang-orang yang mencari-cari pekerjaan.

Itulah yang membuat energy saya ketika bekerja itu nyaris tidak pernah ada habis-habisnya. Kepada istri saya mengatakan;’izinkan saya untuk menguji sampai dimana batas tertinggi kemampuan saya dalam bekerja.’ Saya meminta izin kepadanya untuk mengeksplorasi, hingga dibatas mana kita bisa bekerja. Dan sungguh. Saya tidak menemukan batas itu. Sehingga hanya kesadaran bahwa tubuh kita punya hak sendiri untuk beristirahat. Sama seperti keluarga kita berhak untuk mendapatkan perhatian kita. Itulah yang menyebabkan saya pulang ke rumah. Untuk berangkat lagi dikeesokan paginya.

Ini bukan tentang saya. Ini adalah tentang kita. Tentang orang-orang yang sudah memutuskan untuk memilih menjadi pekerja professional. Tentang sebuah penemuan bahwa; ketika kita menyadari betapa berharganya pekerjaan kita, maka kita tidak akan tega mengeluhkannya. Ketika kita menemukan betapa bernilainya pekerjaan kita, maka semakin banyak dia semakin bahagia kita. Maka jika Anda masih mengeluh tentang pekerjaan kita, barangkali; Anda perlu sesekali melintasi jembatan layang itu. Perhatikanlah. Dan renungkanlah. Sampai Anda temukan bahwa; diantara anugerah tertinggi yang Anda dapatkan dalam hidup adalah; pekerjaan yang saat ini Anda miliki.

Jika dari perenungan itu saya menemukan tambahan energy yang tinggi untuk terus mengeksplorasi diri. Maka saya yakin Anda pun akan menemukan hal yang sama. Namun jika Anda belum menemukannya juga, izinkan saya menyampaikan sebuah resep rahasia lainnya. Resep itu adalah sebuah kalimat sederhana yang bunyinya begini; “…. Setiap waktu, Dia dalam keadaan sibuk….” Demikianlah Tuhan menggambarkan dirinya sendiri dalam surah 55 (Ar-Rahman) ayat 29. Tuhan pun sibuk sekali. Lalu didalam ayat 30 berikutnya, Dia mengatakan “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak engkau ingkari?

Sahabatku. Saya paham benar jika Anda sangat sibuk. Sebab saya pernah berada dalam kesibukan seperti yang sekarang Anda alami. Orang lain pun. Mungkin ada yang tidak kalah sibuknya, atau bahkan lebih sibuk daripada kita. Melelahkan memang. Mengesalkan kadang. Menjengkelkan mungkin. Namun jika kita menyimak orang lain yang tidak punya pekerjaan itu. Dan jika kita merenungkan firman Tuhan itu. Maka kita akan menemukan bahwa kesibukan kita, merupakan salah satu nikmat tak ternilai. Karena dengan kesibukan itu. Kita. Bisa menjalani kesibukan bersama Tuhan. Bayangkan. Tuhan itu maha sibuk. Maka beruntunglah orang-orang yang sibuk. Karena orang sibuk yang hatinya dipenuhi cahaya Ilahi, tahu bahwa dia; berkerja bersama Tuhannya. Jadi, meskipun sibuk hingga ke ubun-ubun; hatinya tetap saja bersih. Dan hari-harinya, tetap saja indah. Insya Allah ya. Cobain deh.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman 14 Januari 2013
www.dadangkadarusman.com
Leadership and Personnel Development Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D


Catatan Kaki:
Kita mengeluhkan pekerjaan yang terlalu banyak hanya ketika kita tidak benar-benar menyadari betapa berharganya pekerjaan ini. Bagaimana pun juga, jauh lebih baik sibuk sekali daripada tidak memiliki pekerjaan.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Dare to invite Dadang to speak for your company?
Call him @ 0812 19899 737 or Ms. Vivi @ 0812 1040 3327

4 comments:

ninest123 said...

ninest123 16.03
nike free, ray ban sunglasses, christian louboutin outlet, tory burch outlet, prada outlet, longchamp outlet, burberry, ugg boots, replica watches, cheap oakley sunglasses, michael kors outlet, burberry outlet online, michael kors outlet, ugg boots, louboutin outlet, replica watches, michael kors outlet, ray ban sunglasses, nike outlet, oakley sunglasses, michael kors outlet, gucci outlet, louis vuitton outlet, louis vuitton outlet, longchamp outlet, polo ralph lauren outlet, oakley sunglasses, longchamp, polo ralph lauren outlet, michael kors outlet, michael kors, nike air max, tiffany jewelry, jordan shoes, louis vuitton, nike air max, chanel handbags, ray ban sunglasses, prada handbags, ugg boots, louis vuitton, ugg boots, tiffany and co, louboutin shoes, louboutin, oakley sunglasses, uggs on sale, oakley sunglasses, louis vuitton

ninest123 said...

hollister, hollister pas cher, nike roshe, coach outlet, north face, lululemon, hermes, replica handbags, vans pas cher, true religion jeans, air max, michael kors, oakley pas cher, michael kors, ralph lauren pas cher, coach purses, nike blazer, nike roshe run, burberry, michael kors, abercrombie and fitch, longchamp pas cher, mulberry, michael kors, sac guess, true religion jeans, true religion outlet, tn pas cher, air force, nike free, nike free run uk, lacoste pas cher, new balance pas cher, ray ban pas cher, converse pas cher, coach outlet, true religion jeans, hogan, louboutin pas cher, kate spade outlet, north face, timberland, ray ban uk, air jordan pas cher, nike air max, vanessa bruno, ralph lauren uk, nike air max, nike air max, sac longchamp, kate spade handbags

ninest123 said...

timberland boots, nike air max, abercrombie and fitch, nike huarache, longchamp, ipad cases, instyler, ferragamo shoes, new balance, reebok shoes, iphone 6s plus cases, vans shoes, p90x workout, iphone 6 cases, north face outlet, giuseppe zanotti, north face outlet, nfl jerseys, chi flat iron, iphone 5s cases, nike air max, asics running shoes, valentino shoes, soccer shoes, mcm handbags, s5 cases, soccer jerseys, hollister, celine handbags, iphone 6s cases, bottega veneta, babyliss, baseball bats, wedding dresses, louboutin, hollister, lululemon, herve leger, beats by dre, hollister, mont blanc, nike trainers, iphone cases, nike roshe, mac cosmetics, iphone 6 plus cases, insanity workout, ralph lauren, jimmy choo shoes, birkin bag, oakley, ghd

ninest123 said...

moncler outlet, louis vuitton, coach outlet, canada goose, thomas sabo, juicy couture outlet, louis vuitton, moncler, ray ban, pandora charms, moncler, canada goose outlet, barbour, ugg boots uk, sac louis vuitton pas cher, juicy couture outlet, replica watches, louis vuitton, links of london, canada goose uk, ugg,uggs,uggs canada, canada goose, marc jacobs, gucci, swarovski, barbour jackets, ugg pas cher, doudoune canada goose, moncler, canada goose, wedding dresses, pandora charms, swarovski crystal, karen millen, ugg,ugg australia,ugg italia, converse, supra shoes, canada goose, canada goose outlet, moncler, louis vuitton, hollister, lancel, pandora jewelry, moncler, bottes ugg, moncler, moncler, montre pas cher, toms shoes, converse outlet, vans, pandora jewelry
ninest123 16.03