Sunday, January 13, 2013

Sindrom Sibuk Dari Hong Kong

Oleh Dadang Kadarusman
www.dadangkadarusman.com

Aaaaaarrrggh! Rasanya kok pekerjaan tidak kelar-kelar. Selesai yang ini. Muncul yang itu. Tuntas yang itu, bermunculan lagi urusan-urusan lainnya. Seperti hujan di bulan desember saja. Nggak ada yang bisa membendungnya, meskipun sudah menggunakan payung. Jika demikian. Waktu, rasanya seperti mengerut. Seolah jumlah detiknya lebih sedikit daripada yang dimiliki oleh orang lain. Anda mengalami hal seperti itu? Bagaimana dengan kolega-kolega Anda? Enak ya, mereka. Kerja gampang gitu aja sudah dapat bayaran besar. Bikin iri di hati saja.

Dulu sekali ketika masih bekerja. Saya punya sahabat. Sibuk sekali. Saking sibuknya, setiap kali saya bertemu dengannya, sahabat saya ini mengatakan;”Gue pusing banget deh Dang. Kerjaan setumpuk-tumpuk begini!” kira-kira begitulah. Memang di meja kerjanya berbagai buku, kertas, dan dokumen bertumpuk-tumpuk. Sering kali jam 9 malam masih dikantor. Memelototi meja kerjanya yang nyaris doyong karena kelebihan beban. Mungkin Anda hanya melihatnya dalam gambar kartun, kalau saya sih melihatnya dalam situasi nyata.

Dulu sekali juga. Saya punya sahabat. Sama sekali nggak sibuk. Meskipun bekerja di perusahaan yang sama. Dan menduduki jabatan tinggi yang kira-kira levelnya sama. Dia tidak sibuk. Buktinya, kalau kebanyakan orang jam 8 pagi sudah berada di kantornya. Sedangkan orang ini masih berada entah dimana. Ruang kerjanya masih gelap. Jika makan siang tiba, keluar kantor cepat-cepat dan kembali masuk lagi lambat-lambat. Kalau saya ditanya kemana dia; saya pun akan menjawab ‘au ah elap….’

Mari memastikan bahwa Anda memahami situasi yang saya ceritakan ini sama persis seperti yang saya maksudkan. Begini. Orang yang saya ceritakan itu bekerja di perusahaan yang sama. Jabatan yang levelnya sama. Tanggungjawab yang sama. Tugas yang sama. Semuanya sama. Tapi situasinya berbeda. Sekarang saya ingin bertanya kepada Anda; orang pertama atau kedua kah yang – menurut pendapat Anda – paling enak kerjaannya?

Sekali lagi, dalam cerita pertama saya mengisahkan orang yang sibuknya minta ampun. Dan dalam kisah kedua menceritakan orang yang ‘nyantainya’ minta ampun. Tapi boleh dibilang gaji dan fasilitas apapun dari kantor diterimanya sama. Bonus juga sama. Penilaian dari atasan, sama juga. Tidak ada bedanya. Anda pilih jadi orang pertama atau kedua? Kunci jawaban Anda.

Kebanyakan orang memilih untuk menjadi orang kedua. Ngapain kerja susah-susah kalau hasilnya sama dengan orang lain yang kerjanya nyantai kan? Jarang yang memilih menjadi orang pertama. Lagian, siapa juga yang mau hidupnya dikungkung oleh pekerjaan yang tidak selesai-selesai. Jawaban Anda seperti itu juga? Tidak usah ragu untuk berpendapat. Karena, normal aja kalau Anda memilih menjadi orang kedua. Tidak ada orang yang boleh mempertanyakan pilihan Anda. Lantas, apa hubungannya kesibukan mereka dengan Hong Kong?

Begini. Saya, akan memberitahukan sebuah rahasia besar kepada Anda. Rahasia itu berbunyi begini; tokoh yang saya sebutkan dalam kedua cerita diatas adalah tentang orang yang sama. Hanya ada satu orang dalam kedua cerita saya diatas. Lho, kok bisa? Oh, bisa sekali. Tapi… bukankah kedua situasi itu sangat bertentangan? Memang. Tetapi, jika Anda bisa mengingat kembali pelajaran IPA di SMP tentang magnet batang, maka Anda akan paham pahwa situasi yang saling bertolak belakang itu bisa menyatu sedemikian rupa dalam perilaku seorang pekerja professional. Sama seperti kutub utara dan kutub selatan menjadi satu kesatuan utuh dalam sebuah magnet batang.

Sekarang Anda paham. Bahwa kita, tidak sedang menceritakan orang lain. Kita, sedang membicarakan sebuah ironi tentang diri kita sendiri. Yang sering merasa terlampau banyak pekerjaan. Kekurangan waktu dan sumber daya untuk bisa menyelesaikan semua penugasan dengan baik. Namun disisi lain, kita masih menyia-nyiakan waktu kita. Memecah belah perhatian kita. Membuang-buang tenaga kita. Dan menghambur-hamburkan sumber daya lainnya yang kita miliki. Dan kita, masih mengatakan diri kita ini sibuk bukan kepalang. Maka pantas jika kepada orang seperti kita ini dikatakan; “Sibuk? Sibuk dari Hong Kong!

Paling enak memang jika menggunjingkan orang lain, ya. Padahal, tanpa kita sadari jika sebenarnya perilaku orang yang kita gunjingkan itu melekat didalam diri kita sendiri. Seperti pergunjingan yang saya dalangi dalam kedua kisah nyata diatas. Sepertinya saja saya ngomongin orang lain. Padahal, sifat-sifat orang itu sebenarnya ada dalam diri saya sendiri. Bagaimana dengan Anda? Apakah mempunyai situasi seperti yang saya ceritakan itu? Syukur, jika Anda tidak demikian. Namun, jika ternyata kedua situasi itupun menjadi ironi Anda…. Semoga mulai sekarang kita bisa menyadari ironi itu. Lalu, memperbaikinya. Sebab, jika kita terus menerus seperti itu; maka, kita akan terus sibuk. Tanpa hasil yang signifikan.

Apa yang terjadi pada sahabat saya yang saya ceritakan tadi? Begini kejadiannya: akibat mengalami ironi itu – sibuk tapi nyantai – muncullah serangan ‘keteteran’. Setelah keteteran, kemudian terkena sindrom mengeluh berkepanjangan. Setelah kena sindro mengeluh itu, lalu mengalami kekesalan. Sejak kesal itu muncul, mulai hitung-hitungan – digaji dua kali lipat juga rasanya nggak bakal sepadan. Dengan sikap hitung-hitungan itu, kemudian dihantui kemalasan. Lalu kemalasan itu membawanya kepada kemauan untuk mengerjakan hanya sedikit saja. Karena kejanya sedikit maka pekerjaan yang tertunda semakin bertumpuk. Karena pekerjaannya semakin bertumpuk maka… siklus itu dimulai dari awal lagi.

Demikian terus sehingga terjadi akumulasi energy dan sikap buruk yang terus menerus bertumpuk-tumpuk. Saya tidak akan menceritakan akhir dari kisah ini. Karena, saya yakin. Nalar Anda akan sanggup untuk memperkirakan berbagai kemungkinan skenario yang cocok atas akhir karir eksekutif seperti itu. Lagi pula, tujuan kita kan bukan menceritkan orang lain. Melainkan menengok kedalam diri kita sendiri, dan menemukan bahwa ternyata; kita masih memiliki sifat-sifat seperti itu. Dengan begitu, kita masih punya kesempatan untuk melakukan perbaikan bagi diri sendiri dan perusahaan yang telah memberikan amanah dan kepercayaan ini.

Dari mana perbaikan itu mesti kita lakukan? Itu pertanyaan yang bagus. Supaya pembahasan kita ini tidak hanya menjadi kudapan teoritis yang mengawang-awang. Gampang. Sahabatku. Mulailah merenungkan firman Tuhan dalam surah 103 ayat 1: “Demi waktu!” Demikian bunyinya. Singkat tapi padat. Melalui firman itu Tuhan mengisyaratkan kepada kita cara memperbaiki sindrom ‘Sibuk Dari Hong Kong!’ itu. Yaitu; dengan memanfaatkan waktu yang kita miliki. Memastikan bahwa waktu berharga kita digunakan untuk melakukan hal-hal baik dan produktif.
 
Mari kembali mengingat waktu kerja, karena didalamnya ada kewajiban. Mengingat waktu istirahat karena didalamnya ada hak kita. Dan mengingat, bahwa hidup kita; dibatasi oleh waktu. Dengan begitu, kita bisa menyeimbangkan antara hak dan kewajiban secara adil supaya dalam hidup yang waktunya terbatas ini; kita bisa benar-benar mengoptimalkan potensi diri. Dan memaksimalkan hasil yang mungkin bisa kita raih. Insya Allah.

Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman 10 Januari 2013
www.dadangkadarusman.com
Leadership and Personnel Development Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
PIN BB DeKa : 2A495F1D

Catatan Kaki:
Jangan buru-buru mengatakan ‘pekerjaan saya bertumpuk-tumpuk‘. Boleh jadi, penumpukan itu terjadi karena kita mengisi waktu dengan tindakan dan kegiatan-kegiatan yang keliru. Sehingga pekerjaan penting yang mestinya kita selesaikan, malah terabaikan.

Ingin mendapatkan kiriman artikel “P (=Personalism)” secara rutin langsung dari Dadang Kadarusman? Kunjungi dan bergabung di http://finance.groups.yahoo.com/group/NatIn/

Silakan di-share jika naskah ini Anda nilai bermanfaat bagi yang lain, langsung saja; tidak usah minta izin dulu. Tapi tolong, jangan diklaim sebagai tulisan Anda sendiri supaya pahala Anda tidak berkurang karenanya.

Dare to invite Dadang to speak for your company?
Call him @ 0812 19899 737 or
Ms. Vivi @ 0812 1040 3327

4 comments:

ninest123 said...

ninest123 16.03
nike free, ray ban sunglasses, christian louboutin outlet, tory burch outlet, prada outlet, longchamp outlet, burberry, ugg boots, replica watches, cheap oakley sunglasses, michael kors outlet, burberry outlet online, michael kors outlet, ugg boots, louboutin outlet, replica watches, michael kors outlet, ray ban sunglasses, nike outlet, oakley sunglasses, michael kors outlet, gucci outlet, louis vuitton outlet, louis vuitton outlet, longchamp outlet, polo ralph lauren outlet, oakley sunglasses, longchamp, polo ralph lauren outlet, michael kors outlet, michael kors, nike air max, tiffany jewelry, jordan shoes, louis vuitton, nike air max, chanel handbags, ray ban sunglasses, prada handbags, ugg boots, louis vuitton, ugg boots, tiffany and co, louboutin shoes, louboutin, oakley sunglasses, uggs on sale, oakley sunglasses, louis vuitton

ninest123 said...

hollister, hollister pas cher, nike roshe, coach outlet, north face, lululemon, hermes, replica handbags, vans pas cher, true religion jeans, air max, michael kors, oakley pas cher, michael kors, ralph lauren pas cher, coach purses, nike blazer, nike roshe run, burberry, michael kors, abercrombie and fitch, longchamp pas cher, mulberry, michael kors, sac guess, true religion jeans, true religion outlet, tn pas cher, air force, nike free, nike free run uk, lacoste pas cher, new balance pas cher, ray ban pas cher, converse pas cher, coach outlet, true religion jeans, hogan, louboutin pas cher, kate spade outlet, north face, timberland, ray ban uk, air jordan pas cher, nike air max, vanessa bruno, ralph lauren uk, nike air max, nike air max, sac longchamp, kate spade handbags

ninest123 said...

timberland boots, nike air max, abercrombie and fitch, nike huarache, longchamp, ipad cases, instyler, ferragamo shoes, new balance, reebok shoes, iphone 6s plus cases, vans shoes, p90x workout, iphone 6 cases, north face outlet, giuseppe zanotti, north face outlet, nfl jerseys, chi flat iron, iphone 5s cases, nike air max, asics running shoes, valentino shoes, soccer shoes, mcm handbags, s5 cases, soccer jerseys, hollister, celine handbags, iphone 6s cases, bottega veneta, babyliss, baseball bats, wedding dresses, louboutin, hollister, lululemon, herve leger, beats by dre, hollister, mont blanc, nike trainers, iphone cases, nike roshe, mac cosmetics, iphone 6 plus cases, insanity workout, ralph lauren, jimmy choo shoes, birkin bag, oakley, ghd

ninest123 said...

moncler outlet, louis vuitton, coach outlet, canada goose, thomas sabo, juicy couture outlet, louis vuitton, moncler, ray ban, pandora charms, moncler, canada goose outlet, barbour, ugg boots uk, sac louis vuitton pas cher, juicy couture outlet, replica watches, louis vuitton, links of london, canada goose uk, ugg,uggs,uggs canada, canada goose, marc jacobs, gucci, swarovski, barbour jackets, ugg pas cher, doudoune canada goose, moncler, canada goose, wedding dresses, pandora charms, swarovski crystal, karen millen, ugg,ugg australia,ugg italia, converse, supra shoes, canada goose, canada goose outlet, moncler, louis vuitton, hollister, lancel, pandora jewelry, moncler, bottes ugg, moncler, moncler, montre pas cher, toms shoes, converse outlet, vans, pandora jewelry
ninest123 16.03