Sunday, January 13, 2013

Self Awareness adalah tidak sama dengan Self Understanding

Dikutip dari naskah buku "Mamaku Inspiratorku" oleh A.C.Huang
Pembeli : Pak, pesan bakso
Tukang bakso : Bakso yang mana pak
Pembeli : Apa saaj deh baksonya
Tukang bakso : Bakso campur ya pak.
Pembeli : Iya
Bakso disajikan dengan singkat, dan ternyata pembelinya complain karena bakso yang dipesan berbeda dengan yang diinginkan.
Pembeli : Pak, mengapa baksonya kasar begini ?
Tukang bakso : Loh, memang begitu bakso yang saya jual
Pembeli : Apakah ngga ada yang halus pak ?
Tukang bakso : Sebetulnya ada, tetapi saya tidak membuatnya hari ini
Pembeli : Gimana ya pak, saya tidak suka bakso yang kasar begini.
Tukang bakso : Karena Bapak belum sentuh baksonya, bolehlah Bapak tidak usah bayar. Nanti baksonya saya berikan ke pembeli lainnya.
Dialog pembeli dan tukang bakso mungkin- sering dijumpai dan menjadi pemandangan sehari-hari. Tetapi saya dapat pastikan bahwa tidak ada yang tahu bahwa di dalam dialog tersebut terkandung penjelasan tentang Self Awareness dan Self Understanding.
Bingung dan tidak tahu bagaimana hubungan dialog di atas dengan Self Awareness dan Self Understanding ? Baiklah, saya jelaskan supaya semakin bingung karena kalau semakin bingung akan berpikir keras untuk memahaminya.
Pertama :
Pembeli saat pesan bakso tidak bertanya dulu tentang jenis bakso yang dijual. Si pembeli sudah tahu bahwa dia hanya suka bakso yang halus. Tahu akan bakso yang disukai adalah contoh sederhana dari Self Understanding. Tetapi tidak bertanya kepada penjual bakso adalah contoh dari tidak adanya Self Awareness. Apabila pembeli memiliki Self Awareness, maka dia akan spontan bertanya tentang jenis bakso yang dijual.
Kedua :
Pada waktu menerima bakso dari penjual, dilihatnya bahwa bakso yang disajikan adalah tidak sesuai dengan keinginannya maka spontan dia berkata bahwa baksonya tidak halus. Dia tahu tidak suka dan tidak dapat makan bakso yang kasar. Spontanitas dia merupakan contoh sederhana dari Self Awareness.
Ke tiga :
Penjual bakso memberikan tanggapan yang positif, tanggapan yang melegakan dan menyelesaikan masalah. Jawaban penjual dengan berkata dapat menjual ke yang lain adalah untuk memberikan rasa senang pada pembeli, tapi masalah lain dihadapi oleh penjual yaitu belum tentu bakso yang sudah disajikan akan dibeli oleh pelanggan lain. Tetapi, apabila hal ini tidak dilakukan maka bisa terjadi kekecewaan pada pembeli dan kalau terjadi ketidakpuasan maka pembeli akan beritahukan ke kawan-kawannya yang akhirnya membuat dia kehilangan pembeli yang lain. Penjual sadar bahwa tidak mudah untuk mendapatkan pelanggan, sehingga dia selesaikan masalah yang ada dengan baik. Tindakan penjual ini merupakan contoh sederhana dari self understanding yaitu tidak mudah dirinya untuk mencari pelanggan, dan self awareness yaitu menyadari segala konsekuensi dari setiap tindakannya.
Sesudah membaca ketiga penjelasan di atas, apakah masih bingung ?
Apabila tidak bingung, saya minta untuk membeli buku ini lebih banyak dan lebih banyak, kemudian bagikanlah ke teman-teman, dan tulislah perasaan yang dirasakan supaya dapat dibaca berulang, direnungi dan dipahami.
Apabila masih bingung, saya ucapkan Selamat. Mengapa ? Sebab saudara sudah memiliki Self Awareness, sehingga berani berkata kepada diri sendiri bahwa masih bingung dengan penjelasan saya. Justru apabila saudara berkata tidak bingung, hal ini menunjukkan dua hal : saudara sudah memiliki Self Awareness, atau justru berpura-pura supaya dianggap pinter. Singkat kata, supaya semakin bingung, nyanyikanlah lagu om Broery Marantika “Jangan ada dusta di antara kita”.
 
Self awareness ibaratnya “jangan ada dusta di antara kita”

 
-----
A.C. Huang
Motooneshop - quality helmet, accessories, apparels.
PIN : 288AC1E7
Follow me @a_c_huang
Follow me @Motooneshop

No comments: